Modal Negara Asing Masuk ke Bisnis Kripto Beraroma Trump, Nilainya Fantastis
![]() |
| Modal asing kini masuk dunia kripto (Dok. Unsplash) |
CariUang - Hubungan antara politik global dan industri aset digital kembali memunculkan kontroversi baru.
Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah transaksi besar yang melibatkan modal asing, perusahaan kripto, dan lingkaran keluarga Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebuah laporan investigatif mengungkap bahwa perusahaan investasi yang berafiliasi dengan Uni Emirat Arab secara senyap telah mengambil alih hampir separuh kepemilikan saham World Liberty Financial, sebuah startup kripto yang memiliki keterkaitan langsung dengan keluarga Trump.
Nilai akuisisi tersebut mencapai sekitar US$500 juta, angka yang menempatkannya sebagai salah satu investasi asing terbesar dalam sektor kripto yang berhubungan dengan figur politik aktif.
Transaksi ini disebut terjadi menjelang pelantikan Trump sebagai Presiden AS pada awal 2025.
Meski kesepakatan itu tidak diumumkan ke publik saat terjadi, detailnya baru terkuak setelah kondisi pasar kripto mengalami tekanan hebat sepanjang tahun berikutnya.
Investasi tersebut dikaitkan dengan Aryam Investment 1, sebuah entitas berbasis Abu Dhabi yang berada dalam lingkaran pengaruh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah, dengan peran strategis di bidang keamanan nasional sekaligus pengelolaan dana kekayaan raksasa milik negara.
Sebagian besar dana disebut telah dicairkan di tahap awal kesepakatan.
Sejumlah aliran dana dilaporkan masuk ke perusahaan yang terhubung langsung dengan keluarga Trump, sementara porsi lainnya mengalir ke entitas yang berkaitan dengan mitra pendiri World Liberty Financial.
Keterlibatan tokoh-tokoh dengan jabatan strategis di pemerintahan AS dan Timur Tengah membuat transaksi ini langsung menjadi bahan perbincangan di kalangan analis geopolitik dan pasar keuangan.
Masuknya modal besar dari kawasan Teluk ke sektor kripto AS dipandang memiliki dua sisi.
Di satu sisi, sebagian investor melihatnya sebagai tanda bahwa aset digital semakin dilirik oleh pemain institusional berskala negara.
Namun di sisi lain, keterkaitan langsung dengan Presiden AS menimbulkan kekhawatiran soal etika, transparansi, dan potensi konflik kepentingan.
Situasi ini menjadi semakin kontras jika melihat performa aset kripto yang dikaitkan dengan nama Trump.
Beberapa token dan proyek yang membawa narasi politik justru mencatat penurunan tajam nilainya dalam setahun terakhir, memperlihatkan bahwa suntikan modal besar tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan produk di pasar.
Terlepas dari polemik politik, langkah investor asal Uni Emirat Arab tersebut menegaskan satu hal: kripto kini telah menjadi arena strategis perebutan pengaruh global.
Negara, elite politik, dan institusi keuangan besar mulai memposisikan diri lebih serius di sektor yang sebelumnya didominasi komunitas ritel.
Ke depan, pengamat menilai keterlibatan modal negara dalam proyek kripto beraroma politik akan terus diawasi ketat bukan hanya oleh pelaku pasar, tetapi juga oleh regulator dan publik internasional.

