Lonjakan Emas Mengguncang Pasar, Bitcoin Tertinggal di Tengah Pergeseran Arah Modal
![]() |
| Bitcoin merosost akibat lonjakan emas (Dok. Unsplash) |
CariUang - Pasar keuangan global kembali menunjukkan pergeseran besar setelah harga emas melonjak tajam dalam waktu singkat.
Logam mulia tersebut mencatat kenaikan nilai yang luar biasa hingga hampir menyamai total nilai pasar Bitcoin hanya dalam satu hari perdagangan.
Situasi ini terjadi saat aset kripto justru bergerak lesu dan kehilangan daya tarik jangka pendek.
Kenaikan emas yang agresif menegaskan kembali posisinya sebagai tujuan utama investor ketika ketidakpastian ekonomi dan risiko global meningkat.
Arus dana yang mengalir deras ke emas menandakan bahwa pelaku pasar kembali mengedepankan aset konvensional yang dianggap paling aman.
Dalam satu sesi perdagangan, harga emas melonjak lebih dari empat persen dan mencetak rekor tertinggi baru.
Dampaknya sangat signifikan karena nilai pasar emas bertambah lebih dari satu triliun dolar AS hanya dalam hitungan jam. ema
Secara keseluruhan, valuasi emas kini berada jauh di atas sebagian besar kelas aset global, termasuk aset digital terbesar sekalipun.
Kondisi ini kontras dengan pergerakan Bitcoin. Aset kripto tersebut masih berada dalam fase tekanan setelah mengalami guncangan besar beberapa bulan lalu.
Sejak koreksi tajam pada Oktober, Bitcoin belum mampu membangun momentum pemulihan yang solid.
Tekanan jual besar kala itu meninggalkan trauma pasar dan membuat banyak pelaku memilih bersikap defensif.
Perbedaan kinerja ini kembali memunculkan pertanyaan lama sejauh mana Bitcoin benar-benar mampu berfungsi sebagai pelindung nilai?
Dalam lima tahun terakhir, emas justru menunjukkan performa yang lebih konsisten dibanding Bitcoin, meski keduanya kerap disandingkan sebagai alternatif terhadap risiko inflasi dan kebijakan moneter longgar.
Meski demikian, kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin belum sepenuhnya pudar.
Sejumlah investor institusional menilai harga Bitcoin saat ini masih belum mencerminkan nilai wajarnya.
Banyak di antaranya justru bersiap menambah kepemilikan apabila pasar kembali terkoreksi.
Perbedaan sikap investor tercermin jelas dari indikator sentimen. Saat pasar kripto berada dalam suasana kehati-hatian ekstrem, emas justru menunjukkan euforia tinggi.
Kontras ini menggambarkan bagaimana preferensi modal global saat ini lebih condong ke aset tradisional dibanding teknologi finansial baru.
Situasi tersebut menegaskan satu hal penting.yskni di tengah ketidakpastian global, emas masih menjadi jangkar kepercayaan utama, sementara Bitcoin harus kembali membuktikan perannya di mata pasar dunia.

