Inggris Dorong Bank Buka Akses bagi Industri Kripto Resmi

 

Inggris dorkng bank buka askes aset crypto
Inggris dorkng bank buka askes aset crypto
(Dok. Unsplash) 

CariUang - Pemerintah Inggris mulai mengambil sikap tegas terhadap praktik perbankan yang dinilai menghambat perkembangan industri aset digital.

Otoritas negara itu menilai, selama perusahaan kripto telah memenuhi ketentuan hukum, tidak ada alasan bagi bank untuk menutup akses layanan keuangan mereka.

Langkah ini muncul seiring ambisi Inggris membangun ekosistem aset digital yang kompetitif secara global. 

Kementerian Keuangan Inggris menekankan bahwa iklim usaha yang adil menjadi syarat utama agar perusahaan kripto bersedia menanamkan modal dan mengembangkan teknologi di dalam negeri.

Saat ini, rancangan aturan komprehensif mengenai aset kripto masih dibahas di parlemen. 

Regulasi tersebut dirancang untuk memberikan kepastian hukum jangka panjang, sekaligus menegaskan posisi kripto sebagai bagian dari sistem keuangan modern. 

Pemerintah berharap payung hukum ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar pelaku industri tidak berada dalam ketidakpastian.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.

 Sejumlah bank masih membatasi transaksi atau rekening yang terhubung dengan platform kripto, meskipun perusahaan tersebut beroperasi secara legal. 

Temuan dari Dewan Bisnis Crypto Inggris menunjukkan bahwa sebagian besar bursa kripto justru merasakan sikap bank yang semakin defensif dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi regulator, Financial Conduct Authority (FCA) telah memberikan izin resmi kepada puluhan perusahaan kripto, termasuk pemain global. 

FCA juga tengah menyempurnakan aturan lanjutan yang akan diterapkan beberapa tahun ke depan, sebagai bagian dari penguatan pengawasan sektor aset digital.

Kebijakan perbankan yang dinilai terlalu ketat ini mendapat sorotan dari pelaku industri.

Perwakilan Coinbase menyebut pembatasan menyeluruh sebagai pendekatan yang keliru, karena menyamakan perusahaan berizin dengan entitas berisiko tinggi. 

Menurutnya, strategi tersebut tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga bertentangan dengan visi Inggris sebagai pusat inovasi keuangan.

Ia menegaskan bahwa industri kripto tidak menolak pengawasan, namun perusahaan yang telah lulus seluruh proses regulasi seharusnya dapat mengakses layanan keuangan tanpa hambatan berlebihan.

Pemerintah Inggris pun kembali menegaskan bahwa bank tidak diharapkan melakukan pemblokiran terhadap perusahaan kripto yang telah terdaftar secara resmi.

 Sinkronisasi antara regulasi negara dan praktik perbankan dianggap sebagai faktor penentu keberhasilan Inggris dalam membangun posisi strategis di era ekonomi digital.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar