Pasar Kripto Melemah Jelang Rapat The Fed, Investor Kurangi Risiko dan Tunggu Arah Kebijakan

 

Pasar crypto melemah
Pasar crypto melemah
(Dok. Unsplash) 

CariUang - Pasar aset kripto mengalami tekanan pada perdagangan Selasa seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang agenda penting bank sentral Amerika Serikat.

Investor terlihat mulai mengurangi risiko (derisking) sambil menunggu arah kebijakan yang akan disampaikan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Pergerakan ini membuat harga sejumlah aset digital terkoreksi. 

Bitcoin tercatat turun hingga berada di bawah level US$76.000, sementara total kapitalisasi pasar kripto menyusut sekitar 1,8% ke kisaran US$2,62 triliun. 

Penurunan ini mencerminkan berkurangnya nilai pasar hingga puluhan miliar dolar hanya dalam waktu satu hari.

Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah altcoin utama. 

Ethereum, XRP, dan BNB sama-sama mengalami pelemahan, menandakan tekanan terjadi secara merata di pasar.

 Koreksi ini mengikuti pola yang kerap muncul menjelang pengumuman kebijakan suku bunga, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Data pasar menunjukkan adanya peningkatan arus masuk aset kripto ke bursa, termasuk dalam jumlah besar dari investor kelas kakap. 

Fenomena ini sering diartikan sebagai sinyal bahwa pelaku pasar bersiap melakukan aksi jual atau mengamankan posisi sebelum munculnya kepastian arah kebijakan ekonomi.

Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga relatif stabil. Berdasarkan proyeksi terbaru, peluang suku bunga tetap berada di kisaran saat ini dinilai sangat tinggi. 

Hal ini membuat perhatian investor beralih pada pernyataan Ketua The Fed yang dinilai akan menjadi penentu sentimen berikutnya.

Tekanan inflasi yang masih bertahan, dipicu oleh kenaikan harga energi dan situasi geopolitik global, turut memperkecil peluang pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat.

 Kondisi ini memperkuat sikap wait and see di kalangan pelaku pasar.

Selain itu, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung naik serta penguatan dolar AS juga menjadi faktor tambahan yang menekan aset kripto. 

Kedua indikator tersebut biasanya mencerminkan minat investor terhadap instrumen yang dianggap lebih aman.

Dengan situasi yang masih penuh ketidakpastian, volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat. 

Arah pergerakan kripto selanjutnya sangat bergantung pada sinyal kebijakan yang disampaikan oleh bank sentral, terutama terkait langkah menghadapi inflasi dan prospek ekonomi global.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar