Bitcoin Meroket pada Tahun 2026, Sentimen Politik AS dan Pelemahan Dolar Jadi Pendorong

Bitcoin meroket tahun 2026
Bitcoin meroket tahun 2026
(Dok. Unsplah) 


 CariUang - Pasar aset digital memasuki awal 2026 dengan lonjakan signifikan. Bitcoin dan sejumlah mata uang kripto utama tercatat mengalami kenaikan tajam, sejalan dengan penguatan harga emas dan perak. 

Kondisi ini membuat pelaku pasar bersiap menghadapi volatilitas tinggi yang diperkirakan akan berlangsung sepanjang tahun.

Bitcoin kini diperdagangkan mendekati level US$ 90.000 per koin, melonjak dari posisi terendahnya di bawah US$ 85.000 pada Desember 2025. 

Di saat yang sama, emas dan perak kembali bergerak naik mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, setelah pasar sempat diguncang pergerakan ekstrem pada awal pekan ini.

Gejolak tersebut dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, pernyataan menteri keuangan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut adanya potensi perubahan besar terhadap harga aset pada 2026. 

Kedua, pengumuman dari Trump Media perusahaan media milik Trump yang berencana menerbitkan mata uang kripto baru khusus bagi para pemegang sahamnya pada tahun ini.

Langkah tersebut memperkuat sinyal bahwa Trump Media semakin percaya diri terhadap prospek Bitcoin dan kripto, meski sektor ini sempat mengalami tekanan sepanjang tahun lalu. Kepala Eksekutif Trump Media, Devin Nunes, menyampaikan keyakinannya terhadap rencana tersebut.

"Kami berharap dapat memanfaatkan teknologi blockchain Crypto.com dan kejelasan regulasi yang semakin baik untuk mengimplementasikan distribusi token pertama di jenisnya ini, memberikan penghargaan kepada pemegang saham Trump Media, dan mempromosikan pasar yang adil dan transparan," ujar Nunes, seperti dikutip Forbes, Sabtu (3/1/2026).

Pengumuman tersebut langsung berdampak pada saham Trump Media yang mencatat penguatan, meski secara keseluruhan masih berada sekitar 60% di bawah level tertingginya pada 2025. 

Trump sendiri tercatat sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut dan secara terbuka kerap menyuarakan dukungannya terhadap Bitcoin dan kripto sebagai salah satu solusi atas permasalahan utang Amerika Serikat.

Sebelumnya, Trump juga pernah menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional serta meluncurkan sejumlah aset kripto, meski beberapa di antaranya sempat mengalami penurunan harga tajam.

Dukungan berkelanjutan terhadap aset digital ini muncul di tengah tekanan pasar sejak aksi jual besar pada Oktober lalu. 

Situasi tersebut beriringan dengan meningkatnya minat investor terhadap emas dan perak, di mana banyak trader mulai mengalihkan dana ke strategi yang dikenal sebagai debasement trade.

Strategi ini mencerminkan keyakinan bahwa inflasi berkepanjangan akan terus menggerus nilai Dolar AS dan mata uang fiat lainnya.

Nic Puckrin, analis investasi sekaligus salah satu pendiri Coin Bureau, menilai pelemahan Dolar AS menjadi faktor utama di balik tren tersebut.

"Satu narasi yang saya perkirakan akan tetap kuat adalah debasement trade Dolar AS, yang kemungkinan akan terus mendukung logam mulia seperti emas, perak, dan bahkan logam dasar seperti tembaga," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Bitcoin juga berpeluang menikmati sentimen positif, meski kenaikannya dinilai tidak akan berlebihan.

"Bitcoin kemungkinan juga akan mendapat manfaat, tetapi prediksi harga yang terlalu liar tidak mungkin terwujud. Meskipun kita mungkin akan melihat kembalinya rekor tertinggi baru, ini tidak akan jauh lebih tinggi dari level sebelumnya di US$ 126.000, setelah itu pasar bear akan terjadi," lanjut Puckrin.

Sejumlah analis lainnya pun melihat kesamaan pola antara Bitcoin dan emas, dengan asumsi bahwa pergerakan harga Bitcoin ke depan akan mengikuti tren emas, terutama jika tekanan terhadap Dolar AS terus berlanjut.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar