Pasar Kripto Bergejolak, Likuidasi Tembus US$422 Juta dalam 24 Jam
![]() |
| Pasar crypto kembai bergejolak (Dok. Unsplash) |
CariUang - Pergerakan harga yang tidak menentu di pasar kripto memicu gelombang likuidasi besar dalam 24 jam terakhir.
Total posisi yang terhapus tercatat melampaui US$422 juta, mencerminkan tingginya volatilitas yang terjadi dalam waktu singkat.
Fluktuasi tajam ini membuat banyak trader terjebak, terutama mereka yang mengambil posisi dengan leverage tinggi.
Ketika harga bergerak naik secara tiba-tiba setelah sempat melemah, para pelaku pasar yang bertaruh pada penurunan justru mengalami kerugian signifikan.
Dalam beberapa jam terakhir, tekanan terhadap posisi short semakin terlihat.
Data menunjukkan bahwa likuidasi posisi short mencapai sekitar US$69 juta dalam empat jam, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi long yang berada di kisaran US$19 juta.
Kondisi ini menandakan adanya lonjakan harga yang tidak terduga, sehingga memaksa banyak trader bearish menutup posisi mereka.
Sepanjang 24 jam, total likuidasi short tercatat mendekati US$144 juta.
Peningkatan ini terjadi seiring penguatan harga aset kripto utama yang bangkit dari area support.
Bahkan dalam satu jam terakhir, nilai likuidasi short masih lebih besar dibandingkan long, mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga belum sepenuhnya mereda.
Meski demikian, secara keseluruhan posisi long tetap mendominasi jumlah likuidasi harian.
Nilainya mencapai lebih dari US$278 juta, menunjukkan bahwa banyak trader optimistis sebelumnya juga terkena dampak saat harga sempat turun tajam.
Hal ini menggambarkan betapa berisikonya penggunaan leverage di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.
Gejolak ini juga dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk ketegangan geopolitik yang membuat aset berisiko seperti kripto bergerak tidak menentu.
Dalam periode 12 jam terakhir saja, total likuidasi mencapai lebih dari US$233 juta dengan komposisi long masih lebih besar dibanding short.
Meski pasar terlihat kacau dalam jangka pendek, ada sinyal positif dari sisi fundamental.
Arus dana institusional masih mengalir ke pasar kripto, terlihat dari performa produk ETF yang mencatatkan kinerja terbaik dalam beberapa bulan terakhir.
Selain itu, data on-chain menunjukkan investor jangka panjang tetap melakukan akumulasi aset.
Fenomena short squeeze yang terjadi belakangan ini sering dianggap sebagai tanda berkurangnya tekanan jual.
Ketika pelaku pasar yang sebelumnya membuka posisi short terpaksa membeli kembali aset untuk menutup kerugian, hal ini justru dapat mendorong harga naik lebih lanjut
Namun demikian, tingginya nilai likuidasi dalam waktu singkat menjadi peringatan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase yang sangat fluktuatif.
Baik investor bullish maupun bearish sama-sama berisiko mengalami kerugian jika tidak berhati-hati dalam mengambil posisi

