Lonjakan Opsi Put ETF Kredit AS ke Rekor 11,5 Juta Kontrak, Tekanan Pasar Kian Meningkat

 

Kredit global kian terlihat
Kredit global kian terlihat
(Dok. Unsplash) 

CariUang - Tekanan di pasar kredit global kian terlihat seiring melonjaknya aktivitas lindung nilai oleh investor institusi.

Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan pada posisi opsi put di sejumlah exchange-traded fund (ETF) kredit utama Amerika Serikat, menandakan meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi pelemahan pasar.

Menurut laporan The Kobeissi Letter, total open interest opsi put pada empat ETF kredit terbesar di AS kini menyentuh angka 11,5 juta kontrak.

 Jumlah ini melonjak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan bahkan melampaui level lebih dari 10 juta kontrak yang tercatat saat pasar berada dalam fase bearish pada 2022.

Empat ETF yang dimaksud meliputi iShares iBoxx $ High Yield Corporate Bond ETF (HYG), State Street SPDR Bloomberg High Yield Bond ETF (JNK), iShares iBoxx $ Investment Grade Corporate Bond ETF (LQD), serta Invesco Senior Loan ETF (BKLN). 

Peningkatan tajam ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar tengah memperkuat strategi defensif mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sebagai instrumen derivatif, opsi put memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual aset pada harga tertentu sebelum jatuh tempo. 

Instrumen ini lazim digunakan untuk mengantisipasi penurunan harga atau sebagai proteksi terhadap potensi kerugian. 

Lonjakan permintaan opsi put kerap dipandang sebagai sinyal pesimisme atau kehati-hatian yang meningkat.

Selain itu, tekanan juga tercermin dari pelebaran spread kredit, khususnya di sektor teknologi. 

Spread obligasi high-yield sektor ini tercatat mencapai 556 basis poin, melampaui level tertinggi pada April 2025 dan menjadi yang terlebar sejak Oktober 2023. 

Secara umum, spread high-yield berada di kisaran 361 basis poin, tertinggi sejak November 2025.

“Ini berarti obligasi junk sektor teknologi kini diperdagangkan dengan premi +195 basis poin dibandingkan pasar lainnya, tertinggi setidaknya dalam 3 tahun terakhir. Koreksi pasar kredit nampaknya baru saja dimulai,” tulis The Kobeissi Letter.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa risiko di pasar utang berimbal hasil tinggi semakin diperhitungkan. 

Ketika spread melebar, biaya pinjaman bagi perusahaan meningkat dan persepsi risiko kredit pun naik.

Tekanan serupa juga terlihat di Eropa. Laporan Reuters menyebutkan indeks iTRAXX Europe Crossover naik hampir 11 basis poin ke sekitar 270 basis poin. 

Sementara itu, indeks iTRAXX Europe Main turut meningkat ke kisaran 57 basis poin. 

Kenaikan ini mempertegas sentimen hati-hati yang tengah menyelimuti pasar obligasi global.

Sejumlah analis menilai, jika tekanan kredit terus berlanjut, potensi de-risking atau pengurangan eksposur terhadap aset berisiko dapat semakin meluas. 

Kondisi tersebut berpeluang memicu arus keluar dana dari berbagai kelas aset, termasuk pasar kripto seperti Bitcoin (BTC), yang kerap sensitif terhadap perubahan sentimen makro dan likuiditas global.

Dengan meningkatnya aktivitas lindung nilai dan pelebaran spread kredit di berbagai kawasan, pelaku pasar kini mencermati dengan saksama arah pergerakan selanjutnya.

Dinamika di pasar utang tradisional berpotensi menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan aset berisiko dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar