Koalisi Politik Rusia Ingatkan Penipuan Kripto Berkedok Donasi Kemanusiaan

Sebuah koalisi politik di rusia ingatkan soal donasi penipuan
Sebuah koalisi politik di rusia ingatkan soal donasi penipuan
(Dok. Unsplash) 

CariUang — Sebuah koalisi politik besar di Rusia memperingatkan masyarakat mengenai maraknya penipuan berbasis kripto yang menyasar warga Rusia yang memiliki simpati terhadap Iran.

Modus tersebut dilakukan dengan meminta korban mengirimkan aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, dan sejumlah altcoin dengan dalih bantuan kemanusiaan.

Peringatan itu disampaikan oleh All-Russia People’s Front, koalisi politik yang didirikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan selama ini dikenal sebagai organisasi yang mendukung kebijakan pemerintah.

Pihak koalisi menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengadakan penggalangan dana menggunakan mata uang kripto.

“All-Rusia People’s Front tidak menggunakan kripto untuk penggalangan dana,” ujar Sergey Gorbunov, Wakil Kepala Komite Eksekutif organisasi tersebut dalam keterangan resmi.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa materi promosi penipuan tersebut disebarkan melalui sejumlah grup Telegram berbahasa Rusia.

Dokumen yang digunakan pelaku menampilkan berbagai elemen yang menyerupai identitas resmi organisasi, seperti logo All-Russia People’s Front serta alamat kantor mereka.

Selain itu, pelaku juga mencantumkan alamat dompet kripto untuk berbagai aset digital, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan XRP.

Dalam pesan yang disebarkan, pelaku mengajak masyarakat memberikan donasi kripto dengan alasan membantu kebutuhan kemanusiaan.

Beberapa kebutuhan yang disebutkan dalam pesan tersebut meliputi pembelian generator listrik, selimut termal, pakaian, pemanas gas portabel, hingga perlengkapan pendidikan bagi anak-anak.

 Kampanye tersebut juga disebut sebagai bagian dari program bertajuk “Everything for Victory.”

Menanggapi penyalahgunaan identitas tersebut, All-Russia People’s Front menegaskan bahwa program “Everything for Victory” memang merupakan kampanye resmi yang dijalankan organisasi mereka. 

Program tersebut bertujuan menggalang bantuan bagi tentara Rusia yang bertugas dalam konflik di Ukraina.

Namun, organisasi tersebut menekankan bahwa seluruh donasi resmi hanya dilakukan melalui sistem transfer bank dan diproses melalui situs resmi kampanye.

“Informasi lain yang mengatasnamakan kampanye ini adalah tidak benar,” tegas pihak koalisi.

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah Rusia terhadap penggunaan kripto yang berpotensi terkait dengan pendanaan konflik.

Otoritas keamanan Rusia sebelumnya dilaporkan telah menindak sejumlah warga yang mengirimkan aset kripto kepada pasukan Ukraina, kelompok milisi yang mendukung Kyiv, serta organisasi yang dikategorikan sebagai kelompok teroris.

Di sisi lain, sejumlah kelompok yang berpihak pada Rusia juga dilaporkan pernah menerima bantuan dana melalui aset digital.

Sementara itu, laporan perusahaan analisis blockchain Chainalysis menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Iran diperkirakan mencapai nilai hampir 8 miliar dolar AS pada 2025.

Data lain menunjukkan bahwa alamat dompet kripto yang dikaitkan dengan Islamic Revolutionary Guards Corps (IRGC) memindahkan aset digital senilai lebih dari 3 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu.

Analis Bitcoin Jake Percy menilai aktivitas tersebut mencerminkan penggunaan kripto dalam skala yang lebih luas.

“Ini bukan aktivitas sipil biasa. Ini adalah infrastruktur keuangan militer negara,” kata Percy

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar