Analis Prediksi Harga XRP Berpotensi Turun ke US$1 di Tengah Tekanan Pasar Kripto

 

Analis prediksi harga xrp anjlok
Analis prediksi harga xrp anjlok
(Dok. Unsplash) 

CariUang - Harga XRP diperkirakan masih berpotensi mengalami koreksi sebelum kembali menunjukkan penguatan. 

Sejumlah analis melihat adanya kemungkinan penurunan harga dalam waktu dekat karena kondisi likuiditas pasar yang masih belum stabil.

Salah satu analis kripto di platform X dengan nama akun Chart Nerd menilai bahwa pergerakan XRP saat ini berada di antara dua zona likuiditas penting. 

Area pertama berada di kisaran US$1 hingga US$1,20, sementara area berikutnya berada di sekitar US$1,80. 

Kedua level tersebut dinilai menjadi titik penting yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga dalam waktu dekat.

Berdasarkan peta likuiditas tersebut, XRP berpotensi turun terlebih dahulu untuk menyentuh area bawah sebelum akhirnya mencoba kembali menguat.

 Penurunan menuju kisaran US$1 hingga US$1,20 dinilai sebagai proses pengambilan likuiditas yang umum terjadi dalam pergerakan pasar kripto.

Meski demikian, ada pula kemungkinan skenario berbeda di mana harga XRP justru lebih dulu bergerak naik menuju area US$1,80 sebelum akhirnya kembali turun untuk menguji area bawah. 

Namun, sebagian analis menilai peluang pengujian zona bawah lebih besar terjadi dalam waktu dekat, khususnya selama bulan Maret.

Di luar faktor teknikal, kondisi makroekonomi global juga turut memberikan tekanan terhadap pasar kripto. 

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. 

Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran meningkatnya inflasi global.

Jika inflasi kembali meningkat, bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. 

Kebijakan tersebut biasanya membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti kripto karena sebagian dana cenderung dialihkan ke instrumen yang lebih stabil.

Meski menghadapi tekanan eksternal, terdapat sinyal positif dari aktivitas investor besar atau whale. 

Data on-chain menunjukkan indikator XRP Whale Flow 30-DMA kembali bergerak ke zona positif setelah sebelumnya berada dalam tren negatif selama lebih dari tiga bulan.

 Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas akumulasi dari pemegang dana besar.

Aktivitas akumulasi tersebut sering kali dianggap sebagai indikator awal potensi pemulihan harga jika tren pembelian terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, produk investasi berbasis XRP juga mencatat pergerakan dana yang cukup signifikan.

 Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF XRP mengalami arus keluar bersih mingguan lebih dari US$4 juta. Angka tersebut menjadi outflow pertama sejak akhir Januari.

Menariknya, ETF tersebut sempat mencatat arus masuk pada tiga hari pertama perdagangan minggu ini sebelum akhirnya mengalami arus keluar pada tanggal 5 dan 6 Maret. 

Pada hari terakhir perdagangan tersebut, dana yang keluar bahkan mencapai sekitar US$16,62 juta, yang menjadi angka terbesar sejak 29 Januari.

Arus keluar tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan harga XRP yang sempat turun di bawah US$1,40. 

Kondisi ini juga dipengaruhi oleh penurunan harga Bitcoin yang sempat berada di bawah level US$70.000.

Tekanan di pasar kripto semakin meningkat setelah harga minyak dunia melampaui US$90 per barel. 

Lonjakan harga energi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi global, yang pada akhirnya dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset digital.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar