Pasar Koin AI Tertekan, Kompak Melemah di Tengah Sentimen Negatif

Ilustrasi crypyo yang tertekan
Ilustrasi crypyo yang tertekan
(Dok. Unsplash) 


 CariUang - Pasar kripto yang berfokus pada proyek kecerdasan buatan (AI) tengah berada dalam tekanan setelah sentimen kehati-hatian investor kembali meningkat. 

Sejumlah token utama seperti Bittensor (TAO), Internet Computer (ICP), dan Near Protocol (NEAR) kompak melemah, mendorong total kapitalisasi pasar sektor ini turun sekitar 3,4% dalam 24 jam terakhir menjadi sekitar 12,5 miliar dolar AS. 

Kondisi ini membuat peluang beli saat harga turun belum mampu menarik minat besar dari pelaku pasar.

Bittensor menjadi salah satu token yang terdampak, dengan penurunan hampir 3% dalam perdagangan harian hingga berada di kisaran 158 dolar AS. 

Sementara itu, Internet Computer mencatat pelemahan lebih tajam, turun sekitar 7% dalam sehari dan merosot sekitar 20% dalam sepekan. 

Near Protocol juga mengalami tekanan serupa, diperdagangkan di sekitar 1,01 dolar AS setelah turun 6% dalam 24 jam dan melemah 17% dalam tujuh hari terakhir.

Kondisi pasar derivatif Bittensor turut menjadi sorotan. 

Nilai open interest (OI) kontrak berjangka turun ke sekitar 106 juta dolar AS pada awal pekan, lebih rendah dibandingkan 111 juta dolar AS sehari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak September 2024. Penurunan OI biasanya menandakan berkurangnya kepercayaan investor, karena banyak pelaku pasar memilih menutup posisi dibanding membuka kontrak baru. 

Sebagai perbandingan, metrik ini sempat mencapai puncak sekitar 418 juta dolar AS pada awal November ketika harga TAO berada di kisaran 539 dolar AS.

Dari sisi teknikal, pergerakan harga TAO masih berada jauh di bawah rata-rata pergerakan eksponensial utama, yakni EMA 50 hari di sekitar 232 dolar AS, EMA 100 hari di 264 dolar AS, dan EMA 200 hari di 299 dolar AS.

Arah ketiga indikator tersebut yang cenderung menurun memperkuat gambaran tren bearish yang masih dominan.

Indikator MACD juga masih bergerak di bawah garis sinyal, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya hilang. 

Meski begitu, ukuran histogram merah yang mulai mengecil memberi sinyal bahwa tekanan tersebut perlahan berkurang. 

Jika harga mampu menutup perdagangan harian di atas EMA 50 hari, peluang kenaikan menuju area EMA 100 hari bisa mulai terbuka.

Namun, pergerakan naik masih dibatasi garis tren menurun dari level tertinggi sebelumnya, dengan area resistensi kuat di sekitar 218 dolar AS. 

Di sisi lain, indikator RSI yang berada di level 28 menunjukkan kondisi jenuh jual, sehingga potensi jeda penurunan atau pantulan jangka pendek masih mungkin terjadi. 

Jika harga gagal menembus garis tren tersebut, risiko penurunan lanjutan tetap terbuka, dengan target pelemahan berikutnya mendekati 142 dolar AS, level yang sempat diuji pada akhir pekan lalu.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar