Bithumb Salah Kirim Bitcoin ke Ratusan Pengguna, Harga BTC Sempat Anjlok
![]() |
| Bithum salah kirim bitcoin (Dok. Unsplash) |
CariUang - Insiden tak biasa terjadi di pasar kripto setelah bursa asal Korea Selatan, Bithumb, melakukan kesalahan distribusi hadiah yang berujung pada pengiriman Bitcoin dalam jumlah besar kepada ratusan pengguna.
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan dan berdampak pada pergerakan harga BTC di platform tersebut.
Kesalahan terjadi saat proses pembagian hadiah sebuah acara pada 7 Februari 2026.
Alih-alih mengirimkan hadiah kecil senilai 2.000 won Korea atau sekitar US$1,4, sistem justru mencatat nominal Bitcoin yang jauh lebih besar kepada 695 pengguna.
Pihak bursa kemudian mengakui adanya kekeliruan dalam proses input data.
“Dalam proses pembayaran hadiah acara, terjadi kesalahan dalam memasukkan jumlah Bitcoin sehingga menyebabkan kelebihan pembayaran Bitcoin kepada sejumlah pelanggan,” tulis Bithumb dalam pernyataan resminya.
Tim internal menemukan kejanggalan tersebut tidak lama setelah distribusi dilakukan.
Transaksi dan penarikan langsung dihentikan, namun dalam waktu singkat itu sebagian pengguna sempat menjual aset yang mereka terima.
Aksi jual mendadak ini sempat menekan harga Bitcoin di platform hingga turun di bawah US$60.000.
Bithumb menegaskan bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh peretasan ataupun kebocoran sistem keamanan.
Mereka memastikan mekanisme pengendalian internal berjalan cepat sehingga mayoritas aset dapat dipulihkan kembali.
“Kami ingin menegaskan bahwa insiden ini tidak terkait dengan peretasan eksternal maupun pelanggaran keamanan apa pun, serta tidak menimbulkan masalah terhadap keamanan sistem maupun pengelolaan aset pelanggan,” tegas pihak bursa.
Perusahaan menyatakan lebih dari 99 persen Bitcoin yang terlanjur terkirim berhasil dikembalikan.
Kasus ini juga telah dilaporkan kepada otoritas terkait di Korea Selatan dan saat ini berada dalam pengawasan Financial Supervisory Service (FSS).
Sebagai bentuk tanggung jawab, Bithumb menyiapkan kompensasi bagi pengguna yang mengalami kerugian akibat penurunan harga mendadak.

