Trump Media Tetapkan 2 Februari 2026 sebagai Tanggal Rekor Token Digital, Pemegang Saham DJT Bersiap Terima Airdrop
![]() |
| Rekor token ditetapkan Donald Trump bulan depan (Dok. Unsplash) |
CariUang - Trump Media and Technology Group Corp (NASDAQ: DJT) resmi mengumumkan langkah lanjutan dalam pengembangan aset digitalnya.
Perusahaan yang mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu menetapkan 2 Februari 2026 sebagai tanggal rekor bagi pemegang saham yang berhak mengikuti program token digital terbaru.
Melalui penetapan tersebut, seluruh pemegang saham DJT yang memiliki minimal satu lembar saham hingga tanggal rekor akan masuk dalam daftar penerima airdrop token digital yang telah diumumkan sebelumnya.
Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pemanfaatan teknologi blockchain dalam ekosistem bisnisnya.
Dalam pelaksanaannya, Trump Media menggandeng Crypto.com sebagai mitra utama.
Bursa aset kripto global tersebut akan berperan dalam proses pencetakan sekaligus penyimpanan token digital sebelum distribusi dilakukan.
Meski demikian, hingga kini perusahaan belum mengungkap jadwal pasti pelaksanaan airdrop kepada pemegang saham.
Trump Media juga menegaskan bahwa saham DJT yang dipinjamkan tidak akan diperhitungkan dalam penentuan kepemilikan pada tanggal rekor.
Oleh karena itu, pemegang saham diminta untuk memindahkan kepemilikan saham mereka ke akun Direct Registration System (DRS) melalui agen transfer resmi perusahaan, Odyssey Transfer, agar tetap tercatat sebagai pemilik manfaat.
CEO sekaligus Chairman Trump Media, Devin Nunes, menegaskan tujuan utama dari inisiatif tersebut.
“Kami berharap dapat memanfaatkan teknologi blockchain Crypto.com yang konsisten dengan panduan Komisi Sekuritas dan Bursa untuk menguntungkan pemegang saham kami dan mempromosikan transparansi, termasuk dengan mendapatkan gambaran yang jelas tentang kepemilikan manfaat yang bonafide pada tanggal catatan,” kata Devin Nunes.
Lebih lanjut, Trump Media menyampaikan bahwa token digital ini akan memberikan sejumlah keuntungan non-finansial bagi pemegangnya.
Manfaat tersebut antara lain berupa potongan harga dan insentif yang terhubung dengan layanan dan produk perusahaan, seperti Truth Social, Truth+, serta Truth Predict.
Meski demikian, perusahaan menekankan bahwa token tersebut tidak dapat diperdagangkan maupun dikonversi menjadi uang tunai.
Token juga tidak memberikan hak kepemilikan perusahaan, termasuk pembagian laba atau hak pengambilan keputusan manajerial.
Dalam beberapa waktu terakhir, Trump Media diketahui semakin agresif memperluas eksposurnya ke sektor kripto dan blockchain.
Sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden tahun lalu, perusahaan ini telah mengakumulasi lebih dari 11.000 Bitcoin, dengan nilai mencapai sekitar US$1,35 miliar pada saat laporan disusun.
Kepemilikan Bitcoin tersebut dicatat langsung dalam neraca perusahaan, sehingga pergerakan saham DJT menunjukkan korelasi yang semakin kuat dengan harga BTC sepanjang setahun terakhir.
Sepanjang 2025, saham Trump Media tercatat melemah lebih dari 58 persen, dan diperdagangkan di kisaran US$13,96.
Di sisi lain, performa Bitcoin sendiri belum mampu mengungguli aset logam mulia dalam 12 bulan terakhir.
Namun, konsistensi Trump Media dalam mempertahankan investasi kripto dinilai mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap potensi pasar bullish aset digital di periode mendatang.

