Pasar Kripto Bergerak Defensif, Analis Peringatkan Tekanan Bitcoin Bisa Bertahan hingga 2026
![]() |
| Kripto bergerak ke arah yang perlu diwaspadai (Dok. Unsplash) |
CariUang - Pasar kripto menunjukkan pergerakan yang cenderung berhati-hati menjelang pergantian tahun.
Bitcoin masih kesulitan menembus level psikologis utama meskipun sempat mencatatkan penguatan dalam skala harian.
Kondisi ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang lebih defensif di tengah ketidakpastian arah tren jangka menengah hingga panjang.
Seorang analis pasar kripto menilai tekanan yang dialami Bitcoin saat ini belum sepenuhnya mereda.
Menurutnya, situasi yang terjadi bukan sekadar koreksi jangka pendek, melainkan bagian dari fase penyesuaian yang berpotensi berlangsung hingga akhir 2026.
Ia menekankan bahwa reli harga yang muncul belakangan lebih bersifat taktis, bukan sinyal awal pembalikan tren besar.
Dalam strategi investasinya, analis tersebut memilih mengurangi eksposur likuid dan memperlakukan setiap kenaikan harga sebagai kesempatan untuk mengelola risiko.
Pendekatan ini didasarkan pada struktur pasar yang dinilai masih rapuh, terutama di area harga kunci Bitcoin.
Data on-chain menunjukkan bahwa kisaran harga di sekitar 100.000 dolar AS menjadi zona hambatan kuat.
Level ini bertepatan dengan rata-rata harga beli kelompok whale baru, yakni pemegang Bitcoin dengan usia kepemilikan di bawah 155 hari.
Area tersebut kerap memicu tarik-ulur antara aksi ambil untung dan upaya akumulasi, sehingga kenaikan harga sering kali tertahan sebelum berlanjut lebih jauh.
Di sisi lain, fondasi harga pemegang jangka panjang berada jauh lebih rendah, yakni di sekitar 40.000 dolar AS.
Sementara itu, rata-rata biaya masuk investor ritel di pasar spot tercatat di kisaran 56.000 dolar AS.
Perbedaan struktur biaya ini menjelaskan mengapa tekanan jual cenderung muncul di level atas, sedangkan minat beli baru mulai terlihat di area yang lebih rendah.
Dari sudut pandang teknikal, risiko penurunan juga dinilai masih terbuka. Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah rata-rata pergerakan sederhana 50 minggu.
Dalam beberapa siklus sebelumnya, kegagalan Bitcoin untuk kembali bertahan di atas indikator tersebut sering diikuti oleh penurunan lanjutan yang cukup dalam, dengan koreksi rata-rata lebih dari 50 persen.
Apabila pola historis tersebut kembali terulang, skenario ekstrem membuka peluang pelemahan menuju area 40.000 dolar AS.
Meski demikian, analis menegaskan bahwa pergerakan tersebut tidak harus terjadi secara langsung atau dalam satu fase penurunan tajam.
Fokus utama tetap pada kekuatan penutupan mingguan, bukan sekadar fluktuasi harga harian.
Dalam jangka pendek, masih ada peluang terjadinya ayunan naik menuju area 107.000 dolar AS.
Namun, tekanan diperkirakan kembali menguat pada periode Februari hingga Maret mendatang.
Selama level 100.000 dolar AS masih berfungsi sebagai batas atas dan area 56.000 dolar AS menjadi bantalan awal, arah pasar akan sangat bergantung pada kemampuan menyerap suplai di zona biaya penting tersebut.
Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini dinilai sedang menguji ketahanan struktur harga, bukan memasuki fase euforia baru.
Selama level teknikal utama belum mampu direbut kembali secara meyakinkan, risiko terjadinya fase pasar bearish yang lebih panjang dinilai masih relevan hingga beberapa tahun ke depan.

