Arus Dana Produk Kripto Alami Penarikan Besar, Sentimen Pasar Masuki Fase Risk-Off
![]() |
| Investasi crypto menguat di pasar global (Dok. Unsplash) |
CariUang – Pasar aset digital kembali berada di bawah tekanan setelah produk investasi kripto global mencatat arus keluar dana sebesar US$ 1,73 miliar dalam sepekan terakhir.
Angka tersebut menjadi salah satu penarikan terbesar sejak pertengahan November 2025 dan menandakan memburuknya sentimen investor terhadap aset berisiko.
Dalam laporan mingguan terbarunya, CoinShares menyebut kondisi ini dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pergerakan harga yang melemah, memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat, hingga kekecewaan pasar karena kripto belum mampu berperan sebagai pelindung nilai di tengah tekanan mata uang.
CoinShares menilai pola arus keluar kali ini serupa dengan fase koreksi pada periode sebelumnya, ketika pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif dan menunggu kejelasan arah pergerakan.
Ketatnya kondisi makroekonomi global serta volatilitas yang tinggi dinilai membuat selera risiko, termasuk dari investor institusional, kembali menurun.
Bitcoin menjadi aset yang paling terdampak. Produk investasi berbasis Bitcoin mencatat penarikan dana sebesar US$ 1,09 miliar, yang merupakan angka terbesar sejak pertengahan November 2025.
Sementara itu, produk short-Bitcoin hanya mencatat arus masuk terbatas sekitar US$ 0,5 juta.
CoinShares menilai hal tersebut mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati, dengan sebagian investor bersiap menghadapi potensi penurunan lanjutan.
Laporan itu juga menegaskan bahwa sentimen pasar belum menunjukkan pemulihan signifikan sejak guncangan besar pada 10 Oktober 2025.
Tekanan jual juga meluas ke aset digital lain. Produk Ethereum mengalami arus keluar sekitar US$ 630 juta, sedangkan dana terkait XRP mencatat penarikan sebesar US$ 18,2 juta.
Aset lain seperti Sui turut terdampak dengan outflow sekitar US$ 6 juta.
Di tengah dominasi sentimen negatif, terdapat pengecualian yang menonjol.
Produk investasi berbasis Solana justru membukukan arus masuk sebesar US$ 17,1 juta.
Selain itu, beberapa aset lain seperti Binance Coin, Chainlink, dan Litecoin juga mencatat inflow, meski dalam skala yang relatif kecil dibandingkan besarnya arus keluar pada aset utama.
Dari sisi wilayah, Amerika Serikat menjadi kontributor terbesar penarikan dana dengan total outflow sekitar US$ 1,79 miliar dalam sepekan.
Arus keluar juga tercatat di sejumlah negara Eropa, seperti Swedia dan Belanda, serta di kawasan Asia melalui Hong Kong.
Namun demikian, tidak semua kawasan mencatat tren serupa.
Kanada justru mencatat arus masuk sekitar US$ 33,5 juta, sementara Swiss dan Jerman juga membukukan inflow yang cukup solid.
Di tengah tekanan tersebut, harga Bitcoin masih bertahan di atas level US$ 88.000, meski pergerakannya tetap berada dalam bayang-bayang tren bearish.
Petr Kozyakov, Co-Founder dan CEO Mercuryo, menyebut kondisi pasar saat ini berada dalam fase penghindaran risiko.
“Reli emas dan perak mencerminkan pergeseran modal ke safe haven, terutama di tengah meningkatnya resiko geopolitik. Baik investor ritel maupun intitusi masih defensif, menahan diri untuk tidak menambah eksposur secara agresif,” ujar Kozyakov.
Pelemahan minat spekulatif juga tercermin dari sektor koin meme yang sebelumnya ramai diminati.
Aktivitas perdagangan di segmen tersebut dilaporkan menurun, seiring berkurangnya partisipasi investor ritel dan mulai surutnya minat dari kalangan institusional.

