Mumpung Potensial, Ini Cara Memulai Bisnis Baju Lebaran

 

Jualan baju lebaran
Jualan baju lebaran

CariUang - Menjelang hari raya idul Fitri banyak umat muslim yang mencari keberadaan busana muslim. Hal ini bisa Kamu manfaatkan sebagai salah satu strategi membangun bisnis baju lebaran mulai Ramadhan hingga mendekati momen Fitri.

Table of Contents
 

Trik Bisnis Baju Lebaran yang Menguntungkan

Dalam safari ramadhan, produk yang paling banyak dicari memang berasal dari kelompok busana muslim. Hal ini tentu bukan mejadi rahasia umum lagi dan sudah menjadi hal paten. Berikut trik berjualan busana musim menjelang lebaran:

1. Siapkan Modal Usaha

Dalam beberapa artikel sebelumnya telah Aku jelaskan bahwa modal merupakan pondasi usaha. Begitu juga dalam memulai usaha jualan busana muslim menjelang lebaran. Kamu harus menyiapkan sejumlah modal mulai dari 10 juta - 50 jutaan. 

Menyiapkan modal usaha
Menyiapkan modal usaha

Modal usaha bisnis pakaian lebaran dapat disesuaikan dengan kemampuan setiap pengusaha. Namun, jika ingin omzet tinggi tentu Kamu harus menyiapkan modal cukup banyak. Hal ini bertujuan agar nanti kedepannya usaha tersebut memberikan timbal balik. 

Modal tersebut digunakan untuk menyewa tepat berjualan hingga membeli pakaian yang akan dijual kembali. Gunakan keahlian di bidang keuangan agar perhitungan modal selalu tepat sasaran sehingga nantinya potensi bisnis pakaian lebaran untung cukup besar. 

2. Lakukan Survei untuk Riset Pasar

Sebelum memulai bisnis baju lebaran penting bagi Kamu untuk melakukan survei. Survei ini dilakukan dengan tujuan riset pasar atau mengetahui permintaan pakaian paling banyak diinginkan masyarakat. Bagaimana cara survei pasar yang benar?

Survey pasar untuk mengetahui produk populer
Survey pasar untuk mengetahui produk populer 

Lakukan wawancara dan beri pertanyaan seputar bisnis baju lebaran yang paling disukai. Gali informasi mengenai jenis-jenis pakaian lebaran yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Gunakan data survei untuk kulakan baju lebaran kepada supplier. 

Jenis baju lebaran apa yang paling disukai oleh masyarakat sekitar? Umumnya jenis baju lebaran yang disukai meliputi gamis, Koko, kemeja, batik dan lain sebagainya. Kamu juga bisa menyediakan berbagai macam kerudung sebagai pelengkap bisnis. 

3. Ikuti Trend

Dalam mengupayakan bisnis baju lebaran yang laris manis, Kamu wajib mengikuti sejumlah trend. Trend pakaian lebaran selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Kamu wajib menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi guna menarik pembeli. 

Baju brokat menjadi trend lebaran kali ini
Baju brokat menjadi trend lebaran kali ini

Pakaian lebaran apa yang sedang trend tahun ini? Menurut penelusuran yang Aku lakukan, jenis pakaian yang sedang trend tahun ini yakni gamis kaftan Aqilla, maki krista dress,gamis brokat, gamis crinkle airflow, tunik bermotif dan lain sebagainya.

Sediakan berbagai macam jenis pakaian yang sedang trend tersebut untuk meningkatkan jumlah pembelian. Biasanya penjual gamis juga akan menyediakan berbagai varian warna agar pembeli bisa mendapatkan pakaian lebaran sesuai selera. 

4. Pilih Lokasi Berjualan

Bisnis pakaian lebaran dipengaruhi juga oleh lokasi penjualan. Jadi Kamu harus selektif dalam memilih lokasi penjualan. Umumnya dalam mengupayakan safari ramadhan, orang-orang memilih berbelanja di tempat yang telah terbukti murah meriah. 

Lokasi jualan laris bisa diupayakan di pasar
Lokasi berjualan di pasar.

Salah satunya yakni pasar. Sebagai contoh bisnis baju muslim di tanah Abang selalu mengalami peningkatan menjelang ramadhan hingga lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ini selain dipengaruhi lokasi juga dipengaruhi harga jual. 

Pilih lokasi jualan dengan menyewa lapak di pasar, buat toko sendiri hingga menyewa ruko. Pastikan lokasi tersebut strategis sehingga mudah ditemukan oleh masyarakat khususnya target penjualan dari baju lebaran yang sedang ditawarkan.

5. Cari Supplier Pakaian Berpengalaman

Setelah semua tahapan dalam bisnis baju lebaran dipersiapkan, Kamu bisa langsung cari supplier. Bagaimana cara mencari supplier berpengalaman? Cara mencari supplier berpengalaman dapat diupayakan dengan riset kompetitor. 

Supplier baju lebaran
Supplier baju lebaran 

Minta saran dari sejumlah orang yang suka mencoba usaha safari ramadhan. Bandingkan satu supplier dengan lainnya untuk mengetahui pengalaman dan harga yang ditawarkan. Biasanya pembelian dalam jumlah banyak membuat harga lebih murah. 

Bagaimana jika pengambilan baju dari pabrik langsung? Tentu hal ini lebih bagus. Namun, dibutuhkan perencanaan dari segi biaya hingga operasional yang lebih panjang. Kalau hanya ingin bisnis baju lebaran saja, sebaiknya mencari supplier dari tangan kedua. 

6. Patok Harga Terjangkau

Dalam menekuni bisnis baju lebaran kamu harus mematok harga sesuai dengan target pasaran. Biasanya harga tergantung dengan jenis baju lebaran yang ditawarkan. Jika kain yang digunakan berkualitas, maka harga cenderung mahal.

Patok harga sesuai dengan kualitas baju
Patok harga sesuai dengan kualitas baju

Menurut sejumlah penjual baju lebaran, penentuan harga didasarkan pada modal usaha, sewa lokasi, hingga operasional. Buat harga yang tidak terlalu tinggi ataupun mahal. Sejumlah penjual juga sering memberikan potongan harga jika pembelian banyak. 

Kenapa harus diberi potongan harga? Hal ini bertujuan agar pembeli merasa nyaman berbelanja dan tidak segan berlangganan. Umumnya harga di pasaran cukup bersaing. Hal ini membuat Kamu harus pandai menyusun strategi agar bisnis tetap maju. 

7. Inovatif

Memulai bisnis penjualan baju lebaran hendaknya harus inovatif. Jadi Kamu bisa juga menyediakan berbagai macam produk yang ikonik dengan lebaran mulai dari kerudung, gamis, mukena, sajadah, dan masih banyak lagi. 

Tawarkan produk lain seperti kerudung hingga mukena agar penjualan inovatif
Tawarkan produk lain seperti kerudung hingga mukena agar penjualan inovatif 

Inovatif dalam menyediakan produk yang berkaitan erat dengan lebaran, orang hanya perlu menuju satu lokasi saat membutuhkan barang-barang tersebut. Selain membuat toko pakaian lebaran Kamu laris, cara ini juga lebih menguntungkan. 

Hampir semua penjual baju lebaran di pasar maupun toko menerapkan cara ini. Beberapa pembeli juga memilih untuk memborong baju untuk dijual kembali. Upayakan kepuasan pelanggan setia agar kedepannya bisnis penjualan baju memberikan untung. 

8. Ikut Bazar

Pemerintah setempat banyak yang menyediakan bazar menjelang ramadhan hingga lebaran. Dalam acara tersebut Kamu bisa memanfaatkannya untuk berjualan baju lebaran. Bagaimana jika sudah jualan di pasar atau toko milik sendiri?

Pengunjung bazar
Pengunjung bazar

Meskipun telah berjualan di lapak sendiri, beberapa penjual baju lebaran memilih ikut bazar untuk meningkatkan pendapatan. Bagaimana jika tenaga tidak cukup? Kamu bisa menari freelance untuk menjajakan baju lebaran di bazar tersebut. 

Dalam mengikuti bazar ramadhan hingga lebaran, Kamu akan bertemu dengan sejumlah pedagang lain. Jadi pastikan untuk meningkatkan strategi penjualan khusus agar tidak kalah saing dengan sejumlah pedagang tersebut. 

9. Coba Berjualan Online

Agar tidak ketinggalan zaman kamu juga bisa mencoba berjualan online. Beberapa penjual di tanah Abang banyak yang mencoba jualan baju lebaran memakai situs online. Hal ini tentu harus kamu ikuti agar mampu bersaing dengan sejumlah kompetitor. 

Promosi online
Jualan baju lebaran online

Media online hingga marketplace yang bisa digunakan untuk berjualan online meliputi shopee, Tokopedia, hingga Lazada. Tidak jarang beberapa penjual memanfaatkan fitur live untuk berjualan baju lebaran. Cara ini juga termasuk promosi online sehingga efektif. 

Dalam mengupayakan jualan online Kamu wajib mempersiapkan beberapa alternatif mulai dadi pengemasan, pengiriman, hingga strategi penjualan. Terapkan tahapan ini guna memenuhi standar platform penjualan online sehingga untung tetap besar. 

Bisnis baju lebaran bisa diupayakan dengan beberapa tahapan tersebut. Kuasai strategi penjualan dan aktif ikuti grand yang berlaku. Cara tersebut bertujuan agar pendapatan stabil. Perluas ilmu penjualan dengan membaca sejumlah artikel di website Kami.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar