Grok AI Sebut Bitcoin Berpotensi Melonjak Jika CLARITY Act Disahkan Sebelum Juli 2026

Bitcoin bisa naik jika hal ini terjadi
Bitcoin bisa naik jika hal ini terjadi
(Dok. Unsplash) 


Cari Uang -   Prediksi baru terkait pergerakan Bitcoin kembali menjadi sorotan di pasar kripto. 

Kali ini, Grok AI menilai harga Bitcoin berpotensi mengalami kenaikan signifikan apabila regulasi Digital Asset Market CLARITY Act berhasil disahkan di Amerika Serikat sebelum Juli 2026.

Prediksi tersebut muncul di tengah kondisi pasar yang mulai kehilangan momentum setelah Bitcoin gagal mempertahankan penguatan di area US$86.000. 

Meski begitu, aset kripto terbesar di dunia itu masih bertahan di atas level support penting.

CLARITY Act sendiri merupakan rancangan aturan yang dirancang untuk memberikan kepastian hukum terhadap industri aset digital di Amerika Serikat. 

Selama ini, ketidakjelasan regulasi dianggap menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak institusi besar belum sepenuhnya masuk ke pasar crypto.

Dengan adanya aturan yang lebih jelas, investor institusional diperkirakan akan lebih percaya diri untuk meningkatkan eksposur mereka terhadap aset digital, termasuk Bitcoin.


Menurut analisis Grok AI, pengesahan CLARITY Act sebelum pertengahan 2026 dapat menjadi pemicu masuknya arus modal baru dalam jumlah besar ke pasar crypto.

Jika skenario tersebut terjadi, harga Bitcoin disebut berpotensi bergerak menuju kisaran US$85.000 hingga US$90.000 lebih cepat dibanding ekspektasi pasar saat ini.

Di sisi lain, pergerakan teknikal Bitcoin justru menunjukkan tanda perlambatan dalam jangka pendek.

 Pada grafik empat jam, BTC terlihat mengalami penolakan kuat di area US$86.000 dan bergerak dalam fase sideways setelah reli sebelumnya.

Sejumlah trader juga mulai menyoroti kemunculan bearish RSI divergence, yakni kondisi ketika harga masih mencoba naik namun kekuatan momentumnya mulai menurun.

Pola seperti ini sering dianggap sebagai sinyal melemahnya reli dalam jangka pendek.

Walau demikian, tren besar Bitcoin masih dinilai positif selama harga tetap bertahan di atas area rata-rata pergerakan 100 periode yang berada di sekitar US$78.700.

Jika tekanan jual meningkat, pelaku pasar saat ini memantau beberapa level support penting di area US$80.000, US$78.700, US$76.000, hingga US$74.000.

Sementara itu, level US$84.000 dianggap menjadi resistance utama yang perlu ditembus agar Bitcoin mampu melanjutkan tren kenaikannya.

Untuk saat ini, pasar kripto masih cenderung bergerak hati-hati sambil menunggu kepastian terkait perkembangan regulasi di Amerika Serikat.

Banyak investor memilih mengambil sikap wait and see karena belum ada katalis besar yang benar-benar mampu mendorong Bitcoin keluar dari fase konsolidasi saat ini.

Jika pembahasan CLARITY Act mengalami percepatan atau mendapat dukungan politik yang lebih luas, volatilitas Bitcoin diperkirakan kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

Namun apabila regulasi tersebut tertunda atau gagal disahkan, perhatian pasar kemungkinan akan kembali tertuju pada faktor makroekonomi lain seperti kebijakan suku bunga The Fed, arus dana ETF Bitcoin spot, serta kondisi ekonomi global.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar