Yield Jepang Melonjak, Ancam Likuiditas Global dan Tekan Pasar Kripto

 

Yield Jepang kembali naik
Yield Jepang kembali naik
(Dok. Unsplash) 

CariUang - Kenaikan signifikan yield obligasi Jepang mulai memicu kekhawatiran di pasar global. 

Kondisi ini dinilai berpotensi menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin dan altcoin, akibat menyusutnya likuiditas global.

Analis makro, Ted Pillows, menilai tekanan terhadap pasar kripto bukan berasal dari dalam ekosistem itu sendiri, melainkan dipicu perubahan kondisi keuangan di Jepang

“Crash crypto berikutnya mungkin tidak dimulai dari dalam pasar crypto. Bisa jadi pemicunya berasal dari krisis likuiditas yang diam-diam sedang terjadi di Jepang,” tulis Ted.

Lonjakan yield obligasi, khususnya tenor panjang, membuat harga obligasi lama turun dan meningkatkan risiko kerugian bagi bank serta dana pensiun.

 Dampaknya, institusi keuangan menjadi lebih berhati-hati dalam mengelola dana.

Situasi ini turut memicu pengetatan likuiditas global. 

Jepang yang selama ini dikenal sebagai sumber dana murah mulai kehilangan daya tarik, sehingga investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

“Jepang punya peran penting karena selama ini menjadi sumber dana murah bagi pasar global. Investor sering meminjam yen dengan bunga rendah, lalu menginvestasikannya ke aset berisiko di berbagai negara. Ketika yield Jepang naik, strategi ini menjadi kurang menarik bahkan berisiko. Investor mulai menarik dana mereka, yang pada akhirnya mengurangi likuiditas di pasar global,” jelas Ted.

Di sisi lain, melemahnya strategi yen carry trade membuat arus modal bergeser ke instrumen yang lebih aman. 

Hal ini menambah tekanan pada pasar kripto yang saat ini masih bergerak fluktuatif dan belum menunjukkan pemulihan yang kuat.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar