Harga Minyak Turun, Kripto Menguat di Tengah Pernyataan Trump Soal Perang Iran

 

Harga crypto terus naik meskipun minya merosot
Harga crypto terus naik meskipun minya merosot
(Dok. Unsplash) 

CariUang - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam sementara pasar kripto mencatat kenaikan moderat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa konflik dengan Iran kemungkinan segera mereda.

Pernyataan tersebut muncul pada Senin, 9 Maret 2026, saat Trump berbicara kepada wartawan melalui wawancara telepon dengan CBS News.

Dalam wawancara itu, Trump memberi kesan bahwa situasi militer di Iran mulai melemah setelah operasi militer Amerika Serikat berlangsung.

 Militer AS disebut telah menyerang lebih dari 3.000 target Iran selama minggu pertama operasi.

“Jika Anda lihat, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer,” ujar Trump.

Komentar tersebut langsung berdampak pada pasar energi. Menurut data OilPrice, harga minyak yang sebelumnya sempat mencapai sekitar USD 118 per barel — level tertinggi dalam empat tahun — turun sekitar 28 persen hingga berada di kisaran USD 85 hanya dalam beberapa jam.


Meski demikian, retorika Trump kembali meningkat sehari setelahnya. 

Melalui unggahan di Truth Social pada Selasa, 10 Maret 2026, ia memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

“Selain itu, kami akan menghancurkan target-target yang mudah dilumpuhkan yang akan membuat Iran hampir mustahil untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara,” tulis Trump.

“Kematian, Api, dan Amarah akan menghujani mereka tetapi saya berharap dan berdoa hal itu tidak terjadi!," lanjutnya.

Trump juga menyampaikan dalam acara penggalangan dana anggota Kongres Partai Republik di Florida bahwa konflik tersebut masih bisa berlanjut.

“Kami sudah menang dalam banyak hal, tetapi kami belum menang cukup. Kami akan melangkah maju dengan tekad lebih kuat dari sebelumnya untuk meraih kemenangan penuh yang akan mengakhiri bahaya yang telah berlangsung lama ini untuk selamanya," kata Trump.

Di tengah dinamika geopolitik tersebut, pasar kripto justru bergerak naik. 

Total kapitalisasi pasar kripto meningkat sekitar 3,1 persen dalam 24 jam terakhir.

Bitcoin kembali menembus level USD 70.000 dan diperdagangkan sekitar USD 70.110, sementara Ether berada sedikit di atas USD 2.000 di kisaran USD 2.039 saat laporan ini dibuat.

Kepala riset SignalPlus, Augustine Fan, mengatakan bahwa pasar masih berhati-hati menanggapi klaim bahwa konflik akan segera berakhir.

“Sulit menerima komentar seperti ini secara langsung, terutama ketika anggota kabinet Trump lainnya mengatakan situasi masih berada pada tahap awal, dan aset militer AS masih dikerahkan di kawasan tersebut,” ujarnya.

Ia menilai dalam jangka pendek pergerakan kripto masih akan mengikuti sentimen aset berisiko lainnya, terutama harga minyak yang berfluktuasi tajam dalam waktu singkat.

Menurutnya, konflik ini kemungkinan tidak akan segera berakhir. 

Namun situasi tersebut bisa menciptakan peluang perdagangan jangka pendek, dengan Bitcoin berpotensi tampil lebih kuat sebagai aset penyimpan nilai.

Sementara itu, kepala riset Bitrue Andri Fauzan Adziima menilai pasar kripto berpotensi mengalami kenaikan lebih besar jika ketegangan benar-benar mereda.

"Saya memperkirakan akan terjadi reli pemulihan yang kuat di kripto, didorong oleh penurunan tajam harga minyak, meredanya kekhawatiran inflasi dan geopolitik, serta kembalinya minat terhadap aset berisiko,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa ketidakpastian masih cukup tinggi karena sinyal yang datang dari berbagai pihak, termasuk Iran, masih belum konsisten.

 Situasi ini membuat pasar tetap berada dalam kondisi waspada terhadap perkembangan konflik ke depan.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar