Tether Akhiri Perjalanan CNH₮, Strategi Bisnis Difokuskan pada Produk Inti
![]() |
| Distribusi CNH₮ resmi dihentikan (Dok. Unsplash) |
CariUang - Perusahaan penerbit stablecoin global, Tether, memutuskan untuk menghentikan pengembangan dan distribusi CNH₮, token kripto yang sebelumnya dirancang mengikuti nilai yuan Tiongkok lepas pantai.
Kebijakan ini menjadi bagian dari evaluasi strategis perusahaan terhadap lini produknya.
Mulai 20 Februari, Tether tidak lagi mencetak token CNH₮ baru.
Meski demikian, pemegang aset tersebut masih dapat menukarkannya dalam periode transisi yang berlangsung hingga tahun depan.
Perusahaan menyarankan pengguna menyelesaikan proses penukaran lebih awal guna menghindari kepadatan permintaan menjelang batas waktu akhir.
CNH₮ pada awal peluncurannya diposisikan sebagai jembatan bagi investor kripto yang ingin mendapatkan eksposur terhadap yuan offshore tanpa harus keluar dari ekosistem blockchain.
Namun dalam praktiknya, minat pasar terhadap token ini tidak berkembang signifikan.
Volume transaksi dan tingkat penggunaan tetap berada di level terbatas, jauh dibandingkan stablecoin utama perusahaan.
Manajemen Tether menilai setiap produk membutuhkan dukungan teknologi, pengawasan operasional, serta biaya pemeliharaan yang konsisten.
Ketika suatu aset digital tidak membangun basis pengguna yang cukup besar, keberlanjutan operasionalnya menjadi kurang efisien.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, CNH₮ dinilai tidak lagi masuk dalam prioritas jangka panjang perusahaan.
Di tengah persaingan industri stablecoin yang semakin padat, Tether memilih mengalokasikan sumber daya pada aset dengan adopsi dan likuiditas yang lebih kuat.
Fokus utama tetap pada penguatan Tether (USDT), yang saat ini menjadi stablecoin dengan penggunaan paling luas di berbagai bursa dan jaringan pembayaran digital.
Langkah penghentian ini mencerminkan realitas industri kripto hanya produk dengan permintaan konsisten dan ekosistem aktif yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Sementara itu, aset dengan adopsi terbatas cenderung tersisih dalam proses konsolidasi pasar.
Secara korporasi, Tether berbasis di El Salvador dengan kehadiran operasional di Swiss.
Perusahaan saat ini memiliki sekitar 300 pegawai dan tengah merencanakan ekspansi tenaga kerja dalam 18 bulan mendatang, terutama untuk memperkuat divisi teknis dan rekayasa sistem.
Keputusan ini memperlihatkan pendekatan selektif Tether dalam menjaga efisiensi bisnis sekaligus mempertahankan dominasinya di pasar stablecoin global.

