Dubai dan Maladewa Percepat Tokenisasi Properti, Aset Nyata Masuk Era Perdagangan Digital

 

Langkah tokensasi di Dubai kian nyata
Langkah tokensasi di Dubai kian nyata
(Dok. Unsplash) 

CariUang - Langkah tokenisasi aset properti memasuki babak baru dengan hadirnya dua proyek bernilai jutaan dolar di Dubai dan Maladewa. 

Inisiatif ini memperlihatkan bahwa tokenisasi real world assets (RWA) mulai bertransformasi dari sekadar uji coba terbatas menjadi mekanisme pembiayaan dan perdagangan yang lebih terstruktur, meski pasar kripto global masih dibayangi fluktuasi harga.

Di Dubai, otoritas pertanahan setempat melanjutkan program percontohan tokenisasi properti ke tahap berikutnya. 

Setelah sebelumnya merepresentasikan aset senilai sekitar US$ 5 juta ke dalam jutaan token digital, kini fokus diarahkan pada pembukaan transaksi di pasar sekunder dalam skema yang tetap berada di bawah pengawasan regulator. 

Langkah ini dirancang untuk menguji bagaimana kepemilikan properti berbasis token dapat berpindah tangan secara lebih efisien.

Perusahaan Ctrl Alt, yang telah mengantongi lisensi sebagai penyedia layanan aset virtual di Dubai, dipercaya sebagai mitra infrastruktur.

Mereka akan menerbitkan token manajemen berbasis aset untuk memastikan perpindahan kepemilikan berlangsung sesuai aturan.

Aeluruh catatan transaksi dilakukan secara on-chain, sehingga riwayat kepemilikan tersimpan dalam sistem terintegrasi berbasis blockchain.

Dalam implementasinya, transaksi token properti tersebut akan direkam melalui XRP Ledger dan diamankan menggunakan layanan kustodian institusional Ripple Custody. 

Skema ini menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dan sistem penyimpanan aset digital mulai menjadi bagian dari fondasi baru kepemilikan properti modern.

Pemerintah Dubai sebelumnya memperkirakan proyek tokenisasi ini berpotensi menyumbang hingga US$ 16 miliar pada 2033, atau sekitar 7 persen dari total nilai transaksi properti di wilayah tersebut. 

Target itu menegaskan ambisi Dubai untuk memperkuat posisinya sebagai pusat finansial yang ramah terhadap inovasi kripto.

Di sisi lain, pendekatan berbeda terlihat di Maladewa. Tokenisasi di sana lebih diarahkan sebagai instrumen pembiayaan proyek.

Pengembang DarGlobal bersama World Liberty Financial (WLFI) berencana mendigitalisasi sebagian kepemilikan dalam pengembangan resor bermerek Trump di Maladewa. Proyek ini akan digarap bersama perusahaan tokenisasi Securitize.

Rencana tersebut diumumkan dalam forum bertema kripto yang digelar di Mar-a-Lago dan dihadiri sejumlah tokoh industri keuangan dan kripto global.

 Menurut pimpinan DarGlobal, tokenisasi membuka peluang partisipasi bagi investor yang sebelumnya sulit mengakses proyek properti berskala besar.

Kedua inisiatif ini menandai fase baru tokenisasi aset nyata, di mana blockchain tidak lagi sekadar eksperimen, melainkan mulai diposisikan sebagai infrastruktur alternatif dalam ekosistem pembiayaan dan perdagangan properti internasional.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar