Blockfills Rugi Rp1,2 Triliun Saat Pasar Kripto Lesu, Setoran dan Penarikan Sempat Dihentikan
![]() |
| Blockfiss rugi saat kripto lesu (Dok. Unsplash) |
Cari Uang- Perusahaan pinjaman kripto asal Chicago, Blockfills, dilaporkan menanggung kerugian sekitar 75 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp1,2 akibat tekanan pasar kripto terbaru.
Informasi tersebut diungkap oleh dua sumber yang mengetahui kondisi internal perusahaan.
Dampak dari situasi keuangan itu membuat Blockfills menghentikan sementara layanan setoran dan penarikan dana klien pada pekan lalu.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa aktivitas perdagangan tertentu tetap dapat berjalan.
"Klien telah dapat terus melakukan perdagangan dengan BlockFills untuk tujuan membuka dan menutup posisi dalam perdagangan spot dan derivatif serta kondisi tertentu lainnya," kata perusahaan tersebut.
Dalam pernyataan resmi tertanggal 11 Februari, manajemen menyebut tengah berkoordinasi dengan investor dan klien guna mempercepat pemulihan likuiditas platform.
Saat dikonfirmasi mengenai besaran kerugian, pihak perusahaan tidak memberikan tanggapan.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa Blockfills kini sedang menjajaki opsi strategis, termasuk mencari calon pembeli.
Informasi ini disampaikan dengan syarat anonim karena menyangkut urusan internal yang belum dipublikasikan secara luas.
Blockfills dikenal sebagai penyedia likuiditas dan meja pinjaman institusional yang cukup aktif di industri aset digital.
Pada 2025, perusahaan mengklaim membukukan volume transaksi lebih dari 60 miliar dolar AS, meningkat 28 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kliennya mencakup sekitar 2.000 institusi, mulai dari hedge fund, manajer aset, hingga perusahaan penambangan kripto.
Langkah penghentian penarikan dana ini mengingatkan pada gejolak pasar kripto pada 2022, ketika sejumlah perusahaan besar di sektor tersebut juga membekukan dana nasabah akibat tekanan likuiditas.
Memasuki awal 2026, pasar kripto masih dibayangi sentimen hati-hati.
Bitcoin bertahan di bawah level 70.000 dolar AS setelah terkoreksi dari puncak akhir 2025, sementara ether juga masih bergerak di bawah 2.000 dolar AS.
Arus dana ke produk investasi kripto yang melemah serta penurunan saham terkait aset digital menunjukkan volatilitas pasar belum sepenuhnya mereda.
Dari sisi pendanaan, Blockfills sebelumnya menutup putaran Seri A senilai 37 juta dolar AS pada Januari 2022.
Pendanaan tersebut dipimpin sejumlah investor institusional dan membawa total modal yang berhasil dihimpun perusahaan sejak berdiri pada 2018 menjadi 44 juta dolar AS
Kini, masa depan perusahaan akan sangat bergantung pada keberhasilan manajemen memulihkan likuiditas dan menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.

