Cocok dijadikan Sampingan, Ini Strategi Memulai Usaha Thrift Shop


Jualan fashion bekas bisa dijadikan kerja sampingan


CariUang - Thrift shop merupakan salah satu usaha menjual kembali fashion bekas hasil impor yang masih layak. Usaha ini cukup populer lantaran nilai beli di luar negeri murah sementara penjualan di lokal mahal. Untuk memulai usaha ini Anda hanya perlu mengumpulkan barang bekas dari produk tertentu. 

Strategi Memulai Usaha Thrift Shop

Memulai usaha Thrift bisa dilakukan dengan memilih lapak supplier luar negeri yang mempunyai nilai jual murah. Hal ini lantaran tujuan pembelian untuk dijual kembali. Berikut strategi dasar untuk memulai bisnis Thrift yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Mencari Supplier Terjangkau

Sebelum memulai usaha Thrift Anda harus mencari supplier fashion bekas yang berkualitas. Pastikan supplier tersebut aman dan memiliki harga cukup terjangkau. Biasanya supplier barang bekas menawarkan harga terjangkau terlebih jika pembelian dilakukan dalam bentuk grosir ati jumlah besar. 

Setelah mendapatkan supplier terjangkau, Anda bisa langsung mendapatkan sistem pree order. Tujuan menerapkan sistem ini agar target penjualan jelas dan barang tidak menumpuk. Mengingat perawatan barang dalam jumlah besar akan membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi. 

2. Bangun Brand

Agar pencarian target pelanggan mudah dilakukan, Anda harus memiliki brand khusus. Brand tersebut wajib mewakili barang yang ditawarkan. Biasanya agar laku keras, penjual Thrift memilih pakaian bekas dari brand terkemuka sehingga mudah untuk dijual kembali.

Brand ternama seperti Gucci cenderung mudah populer dan menjangkau pelanggan. Anda bisa menjual kembali setelah mendapatkan perawatan. Penjualan Trift bisa juga memanfaatkan sejumlah situs ternama maupun marketplace mulai dari Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli dan masih banyak lagi. 

3. Usahakan Perawatan dan Kualitas

Dalam menjual produk fashion bekas pastikan untuk melakukan perawatan terlebih dahulu. Pastikan pakaian bekas dicuci hingga bersih dan wangi. Jika memungkinkan, Anda bisa menyetrika pakaian agar semakin rapi dan tampilan lebih menawan. Cara ini bertujuan untuk mengupayakan kualitas fashion. 

Hindari menjual pakaian bekas yang warnanya sudah mulai pudar. Hal ini akan merusak pasaran sehingga menjadikan penjualan menurun secara drastis. Untuk menunjang penjualan, Anda bisa juga memberikan penawaran terbaik kepada calon pembeli sehingga keuntungan lebih maksimal. 

4. Kemas Menarik

Usaha Thrift Shop akan semakin berkembang dan disukai banyak orang jika pengemasan menarik. Setelah perawatan dilakukan dan pakaian benar-benar layak dijual kembali, kemas menggunakan plastik yang pres. Hal ini bertujuan agar proses pengiriman tetap aman dan pakaian tidak kotor akibat faktor tertentu.

Sebelum proses pengiriman berlangsung, Anda bisa mengecek kembali apakah pengemasan sudah rapi. Sebenarnya hal ini juga bertujuan untuk mencapai kepuasan dari pelanggan setia. Hindari mengemas pakaian secara asal-asalan lantaran berpotensi membuat tampilan kusut dan terkesan tidak rapi. 

5. Promosi

Penjualan akan semakin naik.jika Anda rajin promosi produk Thrift. Promosi dapat dilakukan memakai sosial media, marketplace situs website dan masih banyak lagi. Semakin sering promosi maka potensi usaha Thrift berkembang pesat cukup tinggi dan memungkinkan. 

Promosi juga dapat dilakukan dengan cara live streaming dengan memanfaatkan berbagai macam aplikasi sosial media mulai dari Instagram, YouTube, hingga shopee. Dengan cara ini usaha Thrift yang dijalankan berpotensi besar dilirik oleh banyak orang khususnya target pelanggan. 

Dengan menerpa tips usaha Thrift Shop di atas maka penjualan baju bekas bisa mendapat keuntungan besar. Menariknya, untuk mempersiapkan usaha ini, Anda hanya perlu menyiapkan modal yang terbilang tidak seberapa. 

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar