EQT Raup Laba di Atas Ekspektasi pada Q3 2026, Pendapatan Malah Turun 8 Persen

EQT Raup Laba di Atas Ekspektasi pada Q3 2026, Pendapatan Malah Turun 8 Persen
Pendapatan EQT yang menurun (Dok. Ist) 


CariUang.or.id - EQT Corporation mencatatkan kinerja laba yang lebih baik dari perkiraan analis pada kuartal III 2026. Namun, capaian tersebut belum diikuti oleh pendapatan yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Perusahaan produsen gas alam asal Amerika Serikat ini membukukan laba per saham yang disesuaikan sebesar US$0,42. Angka tersebut melampaui perkiraan analis sebesar US$0,39 per saham.

Meski demikian, pendapatan EQT hanya mencapai US$1,77 miliar. Nilai ini lebih rendah dibandingkan estimasi analis yang berada di angka US$1,8 miliar.

Pendapatan EQT juga mengalami penurunan sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni US$1,96 miliar.

Selain pendapatan, volume penjualan gas alam EQT juga mengalami penurunan. Pada kuartal III 2026, perusahaan mencatatkan volume penjualan sebesar 583 Bcfe, termasuk 21 Bcfe yang berasal dari pembatasan produksi secara strategis.

Sebagai perbandingan, volume penjualan pada kuartal III tahun sebelumnya mencapai 634 Bcfe. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya penurunan volume penjualan dalam periode pelaporan terbaru.

Di tengah tekanan pasar, EQT masih mampu menghasilkan arus kas bebas yang dapat diatribusikan kepada perusahaan sebesar US$283 juta.

Perusahaan juga mencatatkan belanja modal sebesar US$638 juta. Jumlah tersebut 10% lebih rendah daripada batas bawah proyeksi sebelumnya, yang didukung oleh peningkatan efisiensi operasional.

Sementara itu, biaya operasional per unit berada di angka US$1,09 per Mcfe. Capaian tersebut berada pada batas bawah kisaran yang telah ditetapkan perusahaan.

Hingga akhir kuartal III 2026, EQT memiliki total utang sebesar US$5,6 miliar. Adapun utang bersih perusahaan tercatat mencapai US$5,5 miliar.

Presiden sekaligus CEO EQT, Toby Z. Rice, menilai perusahaan masih mampu menjaga kinerja operasional meskipun harga gas alam mengalami tekanan selama kuartal tersebut.

"Meskipun ada tekanan penurunan pada harga gas alam selama kuartal ini, upaya pemasaran kami mendorong harga realisasi yang lebih kuat, biaya operasional berada di batas bawah panduan, dan belanja modal jauh di bawah ekspektasi," kata Presiden dan CEO Toby Z. Rice.

Pernyataan tersebut menyoroti upaya perusahaan dalam mengoptimalkan pemasaran, mengendalikan biaya, serta meningkatkan efisiensi penggunaan modal.

Langkah tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu EQT menjaga kinerja keuangannya di tengah kondisi harga gas alam yang kurang mendukung.

Memasuki kuartal IV 2026, EQT memperkirakan volume penjualan gas alam berada pada kisaran 550 hingga 600 Bcfe. Proyeksi tersebut sudah mencakup 10 hingga 20 Bcfe dari pembatasan produksi secara strategis.

Dengan mengambil titik tengah proyeksi, volume penjualan diperkirakan mencapai 575 Bcfe. Angka ini sejalan dengan panduan tahunan perusahaan yang menunjukkan volume penjualan pada kuartal terakhir berada dalam kisaran serupa.

Untuk belanja modal pemeliharaan, EQT memperkirakan kebutuhan dana sebesar US$540 juta hingga US$610 juta pada kuartal IV 2026.

Proyeksi tersebut menjadi gambaran arah operasional perusahaan menjelang akhir tahun. 

Perkembangan pendapatan, volume penjualan, dan pengendalian biaya akan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai kinerja EQT pada periode berikutnya.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar