Singapura Cabut Izin BSQ, Pengawasan Industri Kripto Makin Ketat

 

Pengawas crypto di Singapura diperketat
Pengawas crypto di Singapura diperketat 
(Dok. Unsplash)

Cari Uang- Pengawasan terhadap industri kripto di Singapura kembali diperketat setelah Otoritas Moneter Singapura (MAS) menghentikan izin usaha perusahaan aset digital Bsquared Technology Pte. Ltd.

Keputusan itu diambil setelah regulator menemukan berbagai persoalan serius dalam sistem pengelolaan perusahaan tersebut.

Bsquared Technology atau BSQ dinilai memiliki kelemahan dalam pengawasan risiko operasional dan tata kelola internal. 

Selain itu, regulator juga menemukan persoalan terkait penerapan kebijakan benturan kepentingan serta mekanisme kerja sama outsourcing yang dianggap tidak memenuhi standar kepatuhan.

Tidak hanya itu, perusahaan tersebut juga diduga beberapa kali menyampaikan informasi yang tidak sesuai kepada regulator selama masa operasional lisensinya berlangsung.

Kondisi tersebut membuat MAS mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh izin layanan token pembayaran digital milik perusahaan itu di Singapura.

Langkah pencabutan lisensi ini menjadi perhatian karena Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan industri kripto terbesar di kawasan Asia.

Banyak perusahaan aset digital internasional memilih negara tersebut sebagai lokasi operasional karena regulasinya yang sebelumnya dinilai cukup terbuka terhadap inovasi teknologi finansial.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan regulator mulai berubah.

Setelah berbagai kasus kegagalan perusahaan kripto global yang terjadi sejak 2022, pemerintah Singapura mulai memperkuat sistem pengawasan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan serta melindungi reputasi negaranya sebagai pusat finansial internasional.

Izin operasional BSQ sendiri diketahui baru berjalan sekitar satu tahun lebih sebelum akhirnya dicabut secara resmi pada Mei 2026. 

Regulator kini masih melakukan peninjauan lebih lanjut terhadap tanggung jawab pihak internal perusahaan, termasuk pejabat penting yang terlibat dalam pengelolaan bisnis tersebut.

MAS juga meminta perusahaan memastikan seluruh kewajiban kepada pelanggan telah diselesaikan. 

Proses pengembalian dana nasabah akan diawasi melalui audit independen guna memastikan tidak ada aset pelanggan yang tertinggal atau bermasalah.

Kasus ini menambah daftar perusahaan aset digital yang mendapat perhatian khusus dari regulator Singapura. 

Hingga saat ini, jumlah perusahaan yang berhasil memperoleh izin resmi layanan token digital di negara tersebut masih tergolong terbatas karena proses seleksi dan pengawasan yang semakin ketat.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar