Rupiah Berpotensi Kembali Melemah, Sentimen Global dan Defisit Transaksi Berjalan jadi Tekanan
![]() |
| Rupiah dikabarkan masih melemah (Dok. Unsplash) |
CariUang – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan awal pekan ini.
Mata uang Indonesia disebut berisiko ditutup melemah di tengah kombinasi sentimen domestik dan global yang masih membebani pasar keuangan.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, rupiah tercatat berada di level Rp17.700 per dolar AS.
Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sekitar 0,18 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap rupiah juga terjadi bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia lainnya.
Yen Jepang, dolar Singapura, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, peso Filipina, hingga baht Thailand sama-sama mengalami depresiasi terhadap dolar AS.
Meski demikian, beberapa mata uang di kawasan Asia masih mampu bergerak menguat, seperti yuan China, dolar Taiwan, dan rupee India.
Melemahnya rupiah disebut dipengaruhi memburuknya data neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal terbaru.
Defisit yang tercatat dinilai lebih besar dibandingkan perkiraan pasar serta lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran investor terhadap ketahanan sektor eksternal Indonesia.
Akibatnya, permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS kembali meningkat.
Selain faktor domestik, sentimen global juga masih memberikan tekanan terhadap pasar keuangan emerging markets, termasuk Indonesia.
Ketidakpastian geopolitik dunia, khususnya situasi di Timur Tengah, membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.
Perkembangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi salah satu perhatian utama investor global.
Ketegangan yang belum mereda dinilai dapat memperkuat posisi dolar AS sekaligus menekan mata uang negara berkembang.
Di sisi lain, kondisi pasar saham domestik yang masih bergerak melemah turut memengaruhi sentimen terhadap rupiah.
Aksi risk off dari investor membuat aliran dana cenderung berpindah ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan masih berada di zona pelemahan.
Nilai tukar diproyeksikan berada di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Pelaku pasar kini menantikan perkembangan ekonomi global dan respons kebijakan yang diambil otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan pasar internasional.

