PINTU Gandeng Mensa Indonesia Bahas Masa Depan Blockchain dan Kripto

 

PINTU gelar literasi crypto
PINTU gelar literasi crypto
(Dok. Unsplash) 

CariUang – Platform investasi aset kripto PINTU menjalin kolaborasi edukatif bersama Mensa Indonesia melalui diskusi bertema The Future of Blockchain and Cryptocurrency

Kegiatan yang digelar pekan lalu itu diikuti lebih dari 50 anggota Mensa Indonesia dan membahas perkembangan teknologi blockchain hingga tren investasi aset digital.

Acara tersebut turut dihadiri Chairman Satriadi Gunawan serta Blockchain & Crypto Specialist PINTU Ari Budi Santosa. 

Dalam sesi diskusi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknologi blockchain, perkembangan industri aset kripto, hingga peluang tokenisasi aset di masa depan.

Ketua Mensa Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut membuka wawasan baru bagi anggota komunitas terkait perkembangan teknologi digital modern. 

Menurutnya, aset kripto kini tidak hanya dipandang sebagai instrumen trading, tetapi juga bagian dari inovasi teknologi yang memiliki potensi luas dalam berbagai sektor.

Sementara itu, pihak PINTU menjelaskan bahwa teknologi blockchain terus berkembang dan mulai dimanfaatkan dalam sistem tokenisasi aset. 

Melalui teknologi ini, aset seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lain dapat diubah menjadi token digital yang diperdagangkan secara global dengan sistem yang lebih transparan dan efisien.


Dalam pemaparannya, Ari Budi Santosa menjelaskan bahwa tren adopsi kripto global terus meningkat seiring berkembangnya inovasi di sektor blockchain. 

Ia juga menyoroti peluang investasi digital yang semakin terbuka luas bagi masyarakat melalui sistem perdagangan aset yang lebih inklusif dan fleksibel.

Berdasarkan data TRM Labs, aktivitas ritel kripto global pada kuartal pertama 2026 mencapai sekitar 79 miliar dolar AS. 

Sementara itu, laporan State of Mobile 2025 dari Sensor Tower mencatat Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi kripto tertinggi kedua di dunia dengan kenaikan tahunan sebesar 54 persen.

Melalui kolaborasi tersebut, PINTU berharap edukasi mengenai aset digital dan blockchain dapat semakin luas di Indonesia.

 Selain memahami peluang investasi, masyarakat juga diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai risiko aset digital sehingga mampu mengambil keputusan investasi secara lebih bijak.

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar