Pasar Kripto Tertekan Geopolitik, Bitcoin Lesu di Tengah Lonjakan Harga Minyak dan Optimisme AI
![]() |
| Pasar crypto tertekan (Dok. Unsplash) |
CariUang – Pergerakan pasar keuangan global saat ini dinilai lebih dipengaruhi faktor geopolitik dan ekonomi makro dibanding perkembangan industri kripto itu sendiri.
Kondisi tersebut terlihat dari melemahnya respons pasar terhadap sejumlah kabar positif yang sebenarnya datang dari sektor aset digital.
Bitcoin masih bergerak stagnan di kisaran US$77.200 meski sebelumnya muncul perkembangan regulasi yang dianggap mendukung industri kripto, termasuk terkait pembahasan Clarity Act.
Dalam sepekan terakhir, harga aset digital terbesar dunia itu tercatat belum menunjukkan penguatan signifikan.
Di sisi lain, harga minyak mentah tetap bertahan tinggi mendekati level US$100 per barel.
Arus modal spekulatif juga mulai bergerak ke komoditas seperti tembaga akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan belerang global.
Kondisi tersebut disebut berkaitan erat dengan situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi dan bahan baku industri dunia.
Pasokan asam sulfat yang dibutuhkan dalam produksi tembaga ikut terdampak sehingga memicu lonjakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.
Tekanan inflasi itu kemudian mendorong kenaikan imbal hasil obligasi, yang pada akhirnya dinilai menjadi salah satu faktor penahan laju pasar kripto.
Sementara aset digital bergerak terbatas, pasar saham Amerika Serikat justru tetap berada di dekat rekor tertinggi karena sentimen positif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Situasi ini membuat bitcoin dinilai bukan lagi pusat perhatian utama dalam pergerakan pasar global saat ini.
Fokus investor disebut lebih tertuju pada perkembangan geopolitik dan potensi pertumbuhan sektor AI.
Tekanan juga terlihat dari arus dana keluar pada ETF bitcoin spot di Amerika Serikat.
Dalam sepekan terakhir, dana keluar tercatat mencapai US$1,15 miliar setelah sebelumnya menyentuh sekitar US$1 miliar pada pekan sebelumnya.
Selain itu, premi Coinbase yang kerap digunakan sebagai indikator permintaan investor Amerika Serikat terhadap bitcoin juga dilaporkan turun ke level terendah bulanan.
Sejumlah analis menilai pasar kripto membutuhkan pemulihan indikator permintaan sebelum mampu membentuk reli yang lebih stabil.
Namun, peluang tersebut masih dibayangi dominasi sentimen geopolitik dan arah pasar teknologi global.
Meski begitu, beberapa sektor di industri kripto masih menunjukkan penguatan.
Token-token yang berkaitan dengan perpetual on-chain dan teknologi tahan kuantum tercatat mengalami kenaikan karena didorong narasi serta pengumuman pengembangan teknologi terbaru.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah token Near Protocol (NEAR) yang melonjak lebih dari 25 persen dalam 24 jam terakhir setelah proyek tersebut mengumumkan peningkatan sistem yang berfokus pada otomatisasi skala jaringan dan ketahanan terhadap teknologi kuantum.
Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq dilaporkan bergerak cenderung datar setelah sempat menguat di awal perdagangan.
Meski demikian, sejumlah analis pasar saham masih mempertahankan pandangan optimistis usai musim laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar teknologi menunjukkan hasil positif.

