Lansia AS jadi Korban Terbesar Penipuan Kripto, Kerugian Tembus Rp75 Triliun
![]() |
| Ilustrasi crypto milik lansia di AS yang sering jadi target penipuan (Dok. Unsplash) |
CariUang – Kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas tercatat sebagai korban terbesar dalam kasus penipuan kripto sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan Internet Crime Complaint Center (IC3), kelompok ini menyumbang puluhan ribu pengaduan dengan nilai kerugian fantastis.
Tercatat, lebih dari 44 ribu laporan diajukan oleh lansia dengan total kerugian mencapai USD 4,4 miliar atau sekitar Rp75 triliun.
Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran USD 2,84 miliar.
Secara keseluruhan, kerugian akibat kejahatan kripto pada 2025 menembus USD 11,36 miliar, menjadikannya salah satu jenis penipuan dengan dampak finansial terbesar.
Bahkan, nilai tersebut menyumbang lebih dari setengah total kerugian kejahatan internet yang dilaporkan sepanjang tahun.
Penipuan investasi menjadi modus paling dominan, dengan total kerugian mencapai USD 7,2 miliar.
Skema ini biasanya melibatkan janji keuntungan besar dalam waktu singkat, yang kerap menyasar korban lanjut usia.
Selain itu, penipuan melalui ATM kripto dan modus “pemulihan dana” juga mengalami peningkatan.
Dalam banyak kasus, pelaku memanfaatkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) untuk memperdaya korban.
Lonjakan ini menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan, serta penguatan sistem keamanan di industri aset digital.

