Bhutan Lepas Sebagian Besar Cadangan Bitcoin, Masa Depan Proyek Mining Dipertanyakan
![]() |
| Bhutan lepas cadangan bitcoin (Dok. Unsplash) |
CariUang – Kerajaan Bhutan dilaporkan telah mengurangi kepemilikan Bitcoin (BTC) dalam jumlah besar dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir.
Langkah ini memicu perhatian publik, terutama terkait kelanjutan proyek penambangan kripto yang sebelumnya menjadi sorotan dunia.
Berdasarkan analisis data blockchain, penjualan aset digital tersebut dilakukan secara bertahap oleh lembaga investasi milik negara.
Sepanjang tahun 2026 saja, ratusan juta dolar dalam bentuk Bitcoin disebut telah dipindahkan dari dompet resmi kerajaan.
Data terbaru juga menunjukkan adanya transaksi tambahan dalam waktu dekat, yang semakin mengurangi jumlah cadangan BTC yang dimiliki Bhutan.
Jika sebelumnya sempat mencapai sekitar 13.000 BTC pada Oktober 2024, kini jumlah tersebut menyusut drastis menjadi sekitar 3.700 BTC.
Program penambangan Bitcoin Bhutan sendiri dimulai sejak 2019 melalui lembaga Druk Holding and Investments (DHI).
Proyek ini memanfaatkan energi listrik dari pembangkit tenaga air yang melimpah di negara tersebut.
Strategi ini sempat membuat Bhutan dikenal sebagai salah satu negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.
Namun, perkembangan terbaru mengindikasikan aktivitas mining mulai meredup.
Tidak adanya pemasukan signifikan dari hasil penambangan selama lebih dari satu tahun terakhir memunculkan dugaan bahwa operasional tersebut telah dihentikan sejak akhir 2024.
Fenomena penjualan Bitcoin ini juga tidak hanya terjadi di Bhutan.
Sejumlah perusahaan tambang kripto dan institusi pemegang aset digital lainnya turut melakukan langkah serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Beberapa perusahaan tercatat melepas ribuan BTC untuk berbagai kepentingan, mulai dari pelunasan utang hingga penguatan keuangan perusahaan.
Bahkan, sejumlah pemegang aset skala kecil juga ikut menjual seluruh kepemilikannya untuk menutup kewajiban finansial.
Meski demikian, tren ini tidak sepenuhnya seragam.
Di tengah gelombang aksi jual, masih ada pihak yang justru menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar, menunjukkan bahwa dinamika pasar kripto masih terus berkembang dengan arah yang beragam.
Situasi ini menandakan adanya perubahan strategi di kalangan pemegang aset digital global, sekaligus menimbulkan pertanyaan besar tentang arah masa depan investasi kripto, termasuk bagi negara seperti Bhutan yang sebelumnya aktif dalam sektor ini.

