Penjualan Besar Whale Capai US$800 Juta, Tekan Pergerakan Harga Ethereum
![]() |
| Pergerakan Ethereum tertekan (Dok. Unsplash) |
CariUang - Pergerakan harga Ethereum kembali menjadi sorotan setelah aktivitas penjualan besar dari investor kelas whale menambah tekanan terhadap pasar.
Dalam beberapa waktu terakhir, aset kripto terbesar kedua di dunia itu terlihat kesulitan keluar dari fase konsolidasi yang cukup panjang.
Selama beberapa pekan terakhir, harga Ethereum bergerak dalam rentang yang relatif sempit.
Upaya untuk menembus batas atas harga beberapa kali terjadi, tetapi belum mampu menghasilkan kenaikan yang berkelanjutan.
Kondisi ini membuat arah pergerakan ETH terlihat belum memiliki momentum yang kuat.
Situasi tersebut kini semakin diperumit oleh aksi distribusi dari pemegang besar aset tersebut. Berdasarkan data pasar terbaru, alamat dompet yang tergolong whale tercatat telah menjual sekitar 380.000 ETH dalam kurun waktu tujuh hari terakhir. Jika dihitung berdasarkan harga pasar, nilai penjualan tersebut mendekati US$800 juta.
Penjualan Whale Picu Tekanan Baru
Aksi jual dari investor besar ini dinilai menambah tekanan bagi pasar yang sebelumnya sudah bergerak stagnan.
Distribusi dalam jumlah besar sering kali menjadi sinyal bahwa sebagian investor besar mulai mengurangi eksposur mereka terhadap aset tertentu.
Menariknya, aktivitas penjualan tersebut meningkat setelah harga Ethereum sempat mengalami kenaikan pada pekan sebelumnya.
Hal ini memunculkan indikasi bahwa sebagian whale memanfaatkan kenaikan harga jangka pendek sebagai peluang untuk melepas kepemilikan mereka.
Strategi tersebut pada akhirnya berpotensi menahan laju kenaikan harga karena suplai di pasar meningkat.
Ketika tekanan jual lebih dominan dibandingkan permintaan, potensi penguatan harga biasanya akan menjadi lebih terbatas.
Selain aktivitas whale, kondisi pasar juga dipengaruhi oleh komposisi investor yang saat ini lebih didominasi oleh pemegang jangka pendek.
Hal ini terlihat dari indikator MVRV Long/Short Difference yang saat ini berada jauh di wilayah negatif.
Indikator tersebut menunjukkan bahwa keuntungan yang belum direalisasikan saat ini lebih banyak dimiliki oleh investor jangka pendek dibandingkan pemegang jangka panjang.
Ketidakseimbangan ini dapat menciptakan situasi pasar yang lebih rentan terhadap aksi ambil untung.
Investor jangka pendek biasanya lebih cepat bereaksi terhadap perubahan harga.
Ketika harga mulai naik atau justru menunjukkan tanda penurunan, mereka cenderung segera menutup posisi untuk mengamankan keuntungan atau meminimalkan kerugian.
Akibatnya, reli harga yang seharusnya bisa bertahan lebih lama sering kali terhambat karena munculnya gelombang penjualan baru.
Saat ini harga Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.089.
Nilai tersebut masih berada dalam rentang konsolidasi yang cukup jelas, yaitu antara level resistance US$2.158 dan support US$1.917.
Rentang harga ini sudah bertahan hampir selama satu bulan terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan keseimbangan antara tekanan beli dan jual yang relatif seimbang di pasar.
Selama tidak ada faktor pemicu yang kuat, fase konsolidasi ini kemungkinan masih akan terus berlangsung.
Investor tampaknya masih menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum menentukan arah berikutnya.
Namun, aktivitas distribusi dari whale dapat menjadi faktor yang memicu perubahan dalam struktur harga tersebut.
Jika tekanan jual terus berlanjut, harga Ethereum berpotensi kembali mendekati area support di sekitar US$1.917.
Walaupun penurunan tajam belum menjadi skenario utama, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.
Jika level support utama gagal dipertahankan, harga ETH berpotensi turun lebih dalam hingga mendekati US$1.840.
Penurunan ke level tersebut bisa memperbesar kerugian bagi sebagian investor yang telah menahan posisi selama fase konsolidasi yang panjang.
Di sisi lain, skenario yang lebih positif masih terbuka jika tekanan jual mulai mereda.
Perbaikan kondisi pasar global serta berkurangnya aksi distribusi dari whale dapat memberikan ruang bagi harga untuk kembali bergerak naik.
Apabila Ethereum berhasil menembus area resistance di US$2.158, maka peluang kenaikan menuju sekitar US$2.348 akan semakin terbuka.
Jika skenario tersebut terjadi, fase konsolidasi yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir bisa berakhir dengan dominasi kembali berada di pihak pembeli.
Untuk saat ini, pelaku pasar masih memantau dengan cermat pergerakan investor besar serta dinamika pasar global yang dapat memengaruhi arah pergerakan Ethereum dalam waktu dekat.

