WNA Ukraina Hilang di Bali, Video Minta Tebusan US$10 Juta Viral di Media Sosial

 

WNA ukraina diculik dan minta tebusan crypti
WNA ukraina diculik dan minta tebusan crypto
(Dok. Unsplash) 

CariUang – Seorang warga negara Ukraina bernama Ihor Komarav (28) dilaporkan hilang saat berada di Bali

Namanya mendadak ramai diperbincangkan setelah beredar video yang memperlihatkan dirinya dalam kondisi terluka sambil memohon agar keluarganya mengirimkan uang tebusan dalam jumlah besar.

Rekaman tersebut beredar luas di media sosial dan salah satunya dibagikan oleh akun Gaffar Yakınca. 

Dalam video itu, Ihor terlihat ketakutan dengan sejumlah luka di tubuhnya. 

Ia memohon bantuan kepada sang ibu agar memenuhi permintaan para pelaku.

“Mama, tolong aku. Kamu mengambil US$10 juta yang mereka minta. Tolong kembalikan US$10 juta itu,” ungkap Ihor dengan nada ketakutan.

Peristiwa yang diduga sebagai penculikan ini disebut terjadi pada Sabtu (21/02/2026) malam di wilayah hukum Polsek Kuta Selatan. 

Sejak saat itu, keberadaan Ihor belum diketahui secara pasti dan kasusnya terus menjadi perhatian publik.

Sebelum dinyatakan hilang, Ihor diketahui datang ke Bali untuk berlibur bersama kekasihnya, Eva Mishalova, serta sahabatnya, Yermak Petrovsky. 

Awalnya, perjalanan tersebut disebut sebagai agenda wisata biasa di Pulau Dewata.

Namun, kasus ini semakin menyita perhatian karena latar belakang keluarga Ihor. 

Ia disebut sebagai putra Oleksandr Petrovsky, sosok yang berbasis di Dnipro dan dikaitkan dengan dugaan jaringan penipuan kripto internasional. 

Informasi tersebut membuat dugaan penculikan ini tidak lagi dipandang sebagai tindak kriminal biasa, melainkan berpotensi melibatkan dimensi lintas negara. 

Informasi mengenai hilangnya Ihor diterima sebagai tembusan dari Polda Bali. 

Aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan dan upaya pencarian.

“Identitas korban yang dilaporkan hilang diketahui bernama Ihor Komarav, pria berusia 28 tahun, warga negara Ukraina, dengan nomor paspor GF741959,” ujar Suardita dalam keterangannya, Senin (23/02/2026).

Sebagai langkah awal, aparat menggelar Operasi 21 atau razia keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

Pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat guna mempersempit kemungkinan pelaku melarikan diri.

Razia dipusatkan di wilayah perbatasan Polres Gianyar, tepatnya di Simpang Jalan Raya Tulikup–Sidan.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 120 mobil dan 50 sepeda motor diperiksa. 

Namun hingga kini, belum ditemukan pihak yang mengarah pada dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut

Kepolisian menegaskan bahwa patroli serta kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) akan terus dilakukan. 

Langkah ini diambil untuk menjaga situasi keamanan sekaligus mempercepat pengungkapan kasus.

Hingga saat ini, motif di balik dugaan penculikan Ihor Komarav masih menjadi misteri. 

Latar belakang keluarga korban yang dikaitkan dengan dugaan kasus kejahatan kripto internasional membuat penanganan perkara ini menjadi lebih sensitif dan kompleks.

Kasus ini juga kembali menyoroti isu keamanan warga negara asing yang berada di Bali, terlebih ketika melibatkan dugaan tindak pidana dengan potensi jaringan internasional. 

Aparat memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga keberadaan korban terungkap.***

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar