Bitcoin Turun Hampir 50%, PT Pintu Kemana Saja Perkuat Fitur Manajemen Risiko di Pintu Futures
![]() |
| Bitcoin anjlok hingga 50% (Dok. Unsplash) |
CariUang - Penurunan harga Bitcoin yang cukup tajam setelah mencapai rekor tertinggi pada Oktober 2025 menjadi sorotan pelaku pasar aset digital.
Dari posisi puncak sekitar USD126.210, nilai BTC kini turun hampir separuhnya dan berada di kisaran USD68.000 per 16 Februari 2026.
Kondisi ini mendorong trader untuk mencari strategi alternatif agar tetap bisa memperoleh peluang di tengah volatilitas pasar.
Salah satu opsi yang mulai dilirik adalah trading derivatif kripto.
Produk ini memungkinkan pengguna memanfaatkan pergerakan harga, baik saat pasar naik maupun turun, dengan pengelolaan risiko yang lebih terukur.
Untuk mendukung aktivitas tersebut, PT Pintu Kemana Saja melalui layanan Pintu Futures menghadirkan sejumlah fitur yang dirancang untuk membantu pengguna mengatur strategi sekaligus meminimalkan potensi kerugian.
Platform ini juga telah terdaftar dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menjelaskan bahwa trading derivatif bukan sekadar soal mengejar profit, tetapi juga bagaimana trader mampu mengontrol risiko secara disiplin.
Ia menyebut sepanjang 2025 pihaknya terus menghadirkan inovasi fitur untuk membantu manajemen risiko pengguna.
Beberapa fitur yang disediakan antara lain Take Profit dan Stop Loss yang memungkinkan pengguna mengatur target keuntungan dan batas kerugian secara otomatis.
Selain itu, tersedia Adjustable Leverage hingga 25 kali untuk menyesuaikan tingkat eksposur sesuai strategi dan profil risiko masing-masing trader.
Ada pula fitur Price Protection yang berfungsi mengurangi dampak slippage saat pasar bergerak ekstrem, dengan tingkat toleransi yang dapat diatur.
Fitur Initial Margin Buffer juga disiapkan sebagai cadangan tambahan agar posisi tidak mudah terkena likuidasi.
Sebagai pelengkap, Stop Order memungkinkan pengguna menempatkan transaksi otomatis ketika harga menyentuh titik tertentu berdasarkan analisis teknikal.
Dengan kombinasi fitur tersebut, trader dapat tetap menjalankan strategi tanpa harus terus memantau pergerakan pasar setiap saat.

