Token NYC Disorot Usai Analisis On-Chain Ungkap Dugaan Aktivitas Dana Tak Wajar
![]() |
| Token NYC mendadak disorot (Dok. Unsplash) |
CariUang - Perbincangan seputar token kripto NYC memanas setelah platform analisis blockchain Bubblemaps merilis temuan on-chain pada Selasa (13/01/2026).
Laporan tersebut mengungkap indikasi transaksi mencurigakan yang diduga melibatkan pihak terkait peluncuran token.
Dalam pemaparannya, Bubblemaps menyoroti pola pergerakan likuiditas yang dinilai tidak lazim.
Aktivitas tersebut disebut berasal dari wallet yang terhubung dengan peluncur token NYC.
“Aktivitas LP mencurigakan terdeteksi pada NYC. Token diluncurkan oleh Eric Adams, mantan Wali Kota New York. Tim pengembang diduga menarik lebih dari US$1 juta dengan cara mengalirkan USDC keluar-masuk dari liquidity pool secara berulang,” jelasnya.
Hasil penelusuran transaksi menunjukkan bahwa wallet tersebut sempat menarik dana sebesar US$2,43 juta dalam bentuk USDC dari liquidity pool.
Tidak lama berselang, sebagian dana, sekitar US$1,5 juta, kembali disetorkan ke pool yang sama.
Namun, terdapat selisih dana senilai kurang lebih US$932 ribu dalam bentuk USDC yang hingga kini belum teridentifikasi alirannya.
Situasi ini menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar, terlebih karena waktu penarikan dana bertepatan dengan pergerakan harga token yang ekstrem.
“Wallet ini menarik sekitar US$2,5 juta USDC saat harga berada di puncak, lalu menambahkan kembali sekitar US$1,5 juta setelah harga terkoreksi lebih dari 60 persen,” tulis Bubblemaps dalam laporannya.
Kecurigaan semakin menguat setelah Bubblemaps menemukan keterkaitan wallet bernama 9Ty4M dengan deployer token NYC.
Wallet tersebut disebut membangun skema one-sided liquidity pool melalui platform Meteora, yang dinilai berpotensi merugikan investor ritel.
Di tengah sorotan tersebut, token NYC sebelumnya diperkenalkan secara resmi oleh Eric Adams dalam sebuah konferensi pers di Times Square pada Senin (12/01/2026).
Peluncuran ini menyita perhatian publik karena melibatkan tokoh politik ternama yang kerap dijuluki “Bitcoin Mayor.”
Dalam pernyataannya saat peluncuran, Adams menyampaikan bahwa token NYC memiliki tujuan sosial.
Ia menyebut proyek ini sebagai upaya melawan “antisemitism dan anti–Americanism,” sekaligus sebagai sarana edukasi teknologi blockchain bagi generasi muda.
Berdasarkan informasi yang tercantum di situs resmi proyek, token NYC memiliki total suplai maksimal sebanyak 1 miliar token.
Proyek ini diklaim merepresentasikan karakter Kota New York yang lekat dengan inovasi, keberagaman, serta semangat untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman.
Meski demikian, temuan on-chain terbaru membuat masa depan token NYC kini berada di bawah pengawasan ketat komunitas kripto global.

