Petani Girang, Komoditas Lada di Kalbar Meningkat: Segini Harganya!

Lada
Lada

 CariUang - Keberkahan sepertinya tengah dirasakan oleh petani lada di Kalimantan Barat. Bagaimana tidak? Saat ini harga komoditas tersebut mengalami peningkatan secara drastis. Kenaikan harga yang terjadi tergolong sangat signifikan. Pasalnya harga lada putih utuh mencapai Rp 100.000 / kg.

"Alhamdulillah dalam minggu ini harga lada yang kami jual sudah tembus Rp100.000 per kilogram. Sebelum-sebelumnya hanya di kisaran Rp60.000-Rp80.000 per kilogram. Bahkan sempat pernah di bawah Rp50.000 per kilogram," ujar satu di antara petani lada di Sendoyan, Dapit, dilansir dari Antara Sabtu, (9/6/2024).

Dirinya berharap harga tersebut bisa stabil sehingga petani terus semangat untuk mengembangkan komoditas tersebut. Terlebih kenaikan harga tersebut membuat pendapatan sejumlah petani meningkat drastis.

"Tentu dengan harga naik, maka pendapatan meningkat," kata dia.

Heronimus Hero selaku Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar turut membenarkan berita tersebut. Menurutnya kenaikan harga komoditas lada di Kalimantan Barat mampu meningkatkan pendapatan sejumlah petani. 

"Otomatis harga lada meningkat, petani bisa lebih sejahtera. Tentu kondisi harga ini menjadi harapan bersama baik pemerintah maupun petani," kata dia pula.

Dirinya menyebutkan bahwa luas perkebunan pada yakni 12.598 hektare dengan produktivitas 949,2 kg/hektare/ tahun.

"Untuk sentra tanaman lada di Provinsi Kalbar yang paling luas itu 3.043 hektare, baru Kabupaten Sambas mencapai 1.499 hektare dan sisanya di daerah lainnya," kata dia lagi.

Terlepas dari hal itu, Heronimus menjelaskan bahwa saat ini pemerintah turut mendukung peningkatan komoditas lada di daerah tersebut. Upaya tersebut dilakukan dengan bantuan bibit hingga pendampingan saat masa panen. 

"Upaya-upaya dalam membantu petani terus kami lakukan. Sehingga kejayaan lada ini terus bangkit. Kembali harapan harga terus stabil baik," pungkasnya. 

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar