Untung Makin Gede dengan Budidaya Pare, Cocok untuk Petani Pemula

 

Hasil budidaya pare
Hasil budidaya pare

CariUang - Pare merupakan salah satu jenis tanaman yang cenderung mudah tumbuh. Oleh sebab itu banyak sekali petani yang menyarankan budidaya pare sebagai alternatif menambah pemasukan. Dalam usaha ini Kamu perlu menguasai bidang pertanian dasar.

Table of Contents

Bagaimana Tahapan Budidaya Pare yang Benar?

Menurut sejumlah petani, cara menanam pare dari biji jauh lebih efektif. Meskipun begitu dalam menerapkan cara menanam pare dari biji juga perlu perhatian khusus. Berikut ini cara menanam pare dari biji agar berbuah lebat dan untung dahsyat:

1. Persiapan Lahan dan Media Tanam

Tahapan pertama dalam budidaya tanaman pare yakni menyediakan media tanam sementara. Media tanam apa yang diperlukan untuk budidaya sayur pare? Media tanam sementara dapat berupa polibag, hidroponik, hingga plastik bekas minyak goreng. 

Kamu juga wajib mempersiapkan lahan untuk budidaya tanaman pare. Berapa jarak tanam pare yang ideal? Jarak tanam pare yang ideal sekitar 75 cm × 75 cm. Tidak hanya jarak tanam pare, Kamu juga harus membuat lubang dengan kedalaman 20 cm. 

2. Pembuatan Bibit Pare

Setelah lahan dipersiapkan, sejumlah petani biasanya menunggu beberapa saat hingga penyakit pada tanah hilang. Hal ini bisa Kamu manfaatkan dengan membuat bibit pare yang bagus, berkualitas, dan unggulan sambil menunggu lahan siap. 

Ambil pare yang berusia tua, pisahkan dengan bijinya. Keringkan beberapa saat hingga benar-benar tidak mengandung air. Masukkan biji tersebut pada media tanam kemudian beri sedikit air. Tunggu beberapa saat hingga tumbuh akar dan daun.

3. Penyemaian 

Proses penyemaian tanaman pare umumnya berlangsung sekitar 2-3 Minggu. Menurut ilmiah dan jurnal, proses semai akan berlangsung optimal jika semua kebutuhan mulai dari pencahayaan hingga pengairan terpenuhi dengan baik dan benar. 

Selama proses penyemaian berlangsung hindari memberikan air terlalu banyak. Pasalnya pemberian air terlalu banyak mampu membuat budidaya sayur pare akan mati. Siram secukupnya setidaknya setiap 1 kali dalam sehari. 

4. Pemindahan Bibit

Jika bibit pare sudah semai maka tahapan berikut yaitu melakukan pemindahan pada media tanam. Lakukan pemindahan secaar hati-hati agar akar tanaman pare tidak putus. Menurut pengalamanku, pemindahan sebaiknya dilakukan tanpa lepas plastik polibag. 

Masukkan bibit yang tadi telah semai pada lubang lahan. Tutup menggunakan tanah hingga akar tertutup rapat. Setelah proses pemindahan berlangsung Kamu bisa meningkatkan penyiraman menjadi 2 kali dalam sehari. 

5. Pembutan Lanjaran

Sama halnya dengan labu siam, budidaya pare membutuhkan lanjaran lantaran tanaman ini memiliki pertumbuhan cepat dan sudah diatur. Buat lanjaran agar nantinya pertumbuhan tanaman pare bisa mengikuti arah yang telah Kamu tentukan. 

Pembuatan lanjaran bisa dilakukan dengan memanfaatkan bambu
Pembuatan lanjaran bisa dilakukan dengan memanfaatkan bambu


Bagaimana cara membuat lanjaran yang benar? Pembuatan lanjaran dapat dilakukan dengan memotong bambu berdiameter sedang kemudian dibelah menjadi dua. Tancapkan bambu pada tanah kemudian buat pada sisi atas seperti tiang jemuran. 

6. Pemupukan

Jika lanjaran berhasil dibuat, tahapan selanjutnya yang wajib Kamu temoub yaitu pemupukan. Menurut pengalamanku pribadi, baiknya pemupukan dilakukan saat pertumbuhan awal hingga tanaman pare mulai menjalar. 

Gunakan pupuk kompos atau organik agar tidak menimbulkan efek samping jangka panjang. Berapa kali pemupukan bisa diupayakan? Menurut pendapat sejumlah orang, pemupukan bisa diupayakan setiap 1 bulan sekali. 

Budidaya pare umumnya hampir sama dengan labu siam. Kamu harus memiliki bibit berkualitas agar hasil panen menguntungkan. Upayakan untuk senantiasa update skill pertanian dan bisnis dengan cara baca artikel lain di website Kami. 

Baca Juga
Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar